SAKA WIRAKARTIKA

Logo Saka Wirakartika

With Me

Saya Adalah angota saka wirakartika Koramil 13/0703 Cilacap

KRIDA PENANGULANGAN BENCANA ALAM

SAKA WIRAKARTIKA JAYAAA....!!!!!

KRIDA NAVIGASI DARAT

SALAM JAYA SAKA WIRAKARTIKA

KRIDA PIONERRING

SALAM JAYA WIRAKARTIKA

Tampilkan postingan dengan label wawasan pramuka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wawasan pramuka. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Januari 2012

Bendera Merah Putih


Sejarah Bendera Merah Putih
Penggunaan Bendera Merah Putih sudah terilhami oleh sejarah nenek moyang bangsa kita . Pada jaman kerajaan Majapahit , sudah ada yang namanya bendera berwarna Merah Putih , kemudian ada pasukan yang bernama Gula Kelapa yaitu pasukan yang menggunakan pakaian berwarna Merah putih .
Pada masa pergerakan , warna merah dan putih ini sering dipakai sarana perjuangan dengan cara pemasangan hiasan / dekorasi di ruangan-ruangan pertemuan (seperti  pada acara kongres pemuda II) . Banyak organisasi-organisasi kepemudaan / pergerakan yang menggunakan warna merah dan putih , misalnya PNI .


Serba – Serbi Bendera Merah Putih
  1. Bendera Negara Republik Indonesia adalah sang merah putih berdasarkan pasal 35 UUD 1945
  2. Bendera merah putih juga disebut Sang Saka Merah Putih
  3. Ukuran Panjang dan lebar bendera Merah Putih berbanding 3 dan 2
  4. Orang pertama yang membuat bendera merah putih adalah Ibu Fatmawati, Setahun sebelum Proklamasi tepatnya Oktober 1944
  5. Dikibarkan pertama kali oleh latief Hendraningrat dihalaman gedung yang dipergunakan untuk mengumandangkan teks Proklamasi yaitu di JL Pegangsaan Timur no 56 Jakarta
  6. Bendera merah putih yang dikibarkan Proklamsi terbuat dari bahan sutera alami dengan tenunan tanpa jahitan sambungan
  7. Sejak tahun 1969 setiap upacara 17 Agustus yang dikibarkan adalah duplikat sang Merah Putih
  8. Bendera pusaka yang asli dahulu disimpan di Monumen Nasional , Sejak tahun 1993 di Istana Merdeka .
  9. Tinggi tiang bendera didepan Istana Merdeka adalah 17 Meter
  10. Bendera merah putih disyahkan oleh permusyawaratan antar Indonesia di Yogyakarta pada tanggal 19 Juli 1949
  11. Penggunaan bendera Merah Putih ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor : 40 Tahun 1958
  12. Lagu BERKIBARLAH BENDERAKU dan MERAH PUTIH adalah ciptaan IBU SUD
  13. Paskibraka adalah singkatan dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka

Kiasan Warna  Bendera Merah Putih
Merah berarti berani dan putih berarti suci atau bersih , jadi arti kiasan warna bendera merah putih adalah Bangsa Indonesia sebagai Bangsa yang berani karena dilandaskan kebenaran . Tidak memaksakan kehendak pada negara lain , menjaga ketertiban dan persaudaraan dunia .

Cara Penggunaan Bendera Merah Putih
  1. Dikibarkan dari pagi hari sampai petang ( dari matahari terbit hingga terbenam )
  2. Untuk mencegah dari kerusakan / kotor , Bendera Merah Putih dapat diturunkan jika turun hujan lebat
  3. Bendera Merah Putih dikibarkan selalu lebih tinggi dibandingkan bendera – bendera organisasi lainnya ( Bendera Pramuka , Bendera Kepanduan , Bendera Osis , dsb )
  4. Bendera Merah Putih dikibarkan sejajar jika dikibarkan dengan Bendera Negara lain
  5. Bendera Merah Putih dikibarkan selalu paling kanan . Jika dibuat untuk hiasan atau lain-lainnya , warna merah ditetapkan disebelah kanan warna putih .
  6. Bendera merah putih tidak boleh kotor , digambari , dicorat – coret
  7. Bendera Merah Putih tidak boleh menyentuh tanah
  8. Bendera Merah Putih selalu disimpan ditempat yang baik dan bersih
  9. Pengibaran Bendera Merah Putih yaitu pada hari-hari besar Nasional
  10. Cara mengibarkan merah putih setengah tiang dalam upacara adalah dinaikan dahulu sampai kepuncak tiang  kemudian diturunkan lagi sampai setengah tiang
  11. Cara melipat bendera merah putih adalah warna merah dibagian luar dan putih didalam
  12. Bendera Merah Putih jika dipergunakaan sebagai penutup peti jenazah . Maka warna merah diletakkan disebelah kanan jenazah .

Lambang Negara Republik Indonesia





Lambang Negara Republik Indonesia adalah Burung Garuda Pancasila . Orang yang disebut-sebut sebagai pencipta lambang Negara Republik Indonesia ini adalah Mr.Muh Yamin . Burung Garuda diambil dari cerita – cerita yang terdapat pada relief candi-candi kerajaan jaman dahulu , yang menceritakan seekor burung yang gagah perkasa . Burung Garuda-pun dianggap sebagai lambang tenaga pembangunan yang kuat .
Burung Garuda Pancasila mempunyai bulu-bulu :
  1. Berjumlah 17 helai pada sayap-sayapnya (melambangkan tanggal 17)
  2. Berjumlah 8 helai pada ekornya (melambangkan bulan 8)
  3. Berjumlah 19 helai dibawah leher dan pada lehernya 45 helai (melambangkan tahun 1945)
Kepala Burung garuda menoleh kesebelah kanan yang bermakna Bangsa Indonesia senantiasa bergerak maju kerah pembangunan . Pada dadanya tergantung perisai yang berbentuk jantung , melambangan keberanian dan kekuatan Bangsa indonesia.
Perisai dengan gambar dari kiasan Pancasila adalah :
  1. Gambar Bintang                   ( melambangkan sila ke 1 )
  2. Gambar Rantai Baja            ( melambangkan sila ke 2 )
  3. Gambar Beringin                   ( melambangkan sila ke 3 )
  4. Gambar Kepala Banteng     ( melambangkan sila ke 4 )
  5. Gambar Padi dan Kapas     ( melambangkan sila ke 5 )
  6. Garis melintang pada perisai yang digambar tebal melambangkan bahwa Indonesia dilalui oleh garis khatulistiwa
  7. Kaki Burung Garuda Pancasila mencengkeram sebuah pita yang melengkung ke atas . Pada pita itu terdapat tulisan BHINEKA TUNGGAL IKA yang artinya adalah kita Bangsa Indonesia terdiri atas bermacam-macam suku bangsa , kesenian , bahasa , adat istiadat dan Agama , tetapi kita merupakan satu Bangsa , dengan satu kebudayaan nasional , dengan satu bahasa nasional . Jadi makna intinya adalah berbeda-beda tapi tetap satu .

Profil Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka


Prof. DR. Dr. Azrul Azwar, MPH, PKK, FFM (Hon)


Sebelum menjabat sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka masa bakti 2003-2008, Kak Azrul Azwar yang lahir di Kotacane (Aceh Tengara), 6 Juni 1945 terlebih dulu menjabat sebagai Pemimpin Satuan Karya (Pinsaka) Bakti Husada Tingkat Nasional (1998-2003). Sempat pula mejadi Andalan Nasional sejak tahun 1998. Meski dirinya memiliki latar belakang pendidikan kedokteran, namun dunia kepramukaan bukan dunia baru bagi beliau. Sebab dalam menjalani profesinya sebagai dokter, Kak Azrul pun kerap berinteraksidengan masyarakat luas.
Setelah mendapat gelar dokter dari Universitas Indonesia pada tahun 1972 dan memperdalam ilmu kedokteran spesialis di universitas yang sama, Kak Azrul terbang ke Honolulu, Hawaii guna menuntut ilmu dan melengkapi gelar MPH di School of Public Health University of Hawaii pada tahun 1977. Tak selesai sampai di situ saja, sebab pada tahun 1991-1996 Kak Azrul menimba ilmu kembali dan memperoleh gelar Doc�tor dalam ilmu kedokteran dengan hasil Judisium Cumlaude.
Selain menekuni dunia kedeokteran dan menyukai kegiatan kepramukaan, ternyata Kak Azrul hobi juga menulis, pengalaman sebagai Pemimpin Redaksi beberapa kali dijalaninya, seperti pada Majalah Kesehatan Masyarakat Indonesia-Jakarta, jabatan tersebut sudah ditekuninya sejak tahun 1984 hingga sekarang.
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ini, tercatat aktif sebagai pengurus dilima belas organisasi, selain dalam Gerakan Pramuka dan IDI, Kak Azrul merupakan konsultan World Health Association (WHO) dan Council Member pada Medical Association of ASEAN.
Personal Identity
N a m e                        : Prof. DR. Dr. Azrul Azwar, MPH, PKK, FFM (Hon)
Place & Date of Birth : Kotacane (South East of Aceh), June 6, 1945
Resident Address      : Jl. Masjid Annur No. 12 RT.0012 RW.01
Kebayoran Lama, Kel. Grogol Selatan, JAKARTA 12220
Religion                        : I s l a m (Moslem)
Spouce                         : Dr. Rihna Azrul Azwar, SKM
Children                       : Aidil Nusantara SE + Nova Kurniasari, SH
Ilham Samudera MS + Tissie MS
Imam Dirgantara, dr + Andrie, dr
Grand children            : Mutia Aidil
Hanna Aidil
Selma Ilham

Pesan Terakhir (BODEN POWEL)



An Excerpt from:
E.E. Reynolds, B-P: The Story of His Life,
London, Oxford University Press, 1943.


LAMPIRAN. PESAN TERAKHIR
 
TO BOY SCOUTS
Sayang Pramuka,-Jika Anda pernah melihat bermain Peter Pan Anda akan ingat bagaimana kepala bajak laut selalu membuat pidatonya sekarat karena ia takut bahwa mungkin ketika saatnya tiba baginya untuk mati ia mungkin tidak memiliki waktu untuk mendapatkannya dari-Nya dada. Ini adalah sama dengan saya, dan begitu, meskipun saya tidak saat ini sekarat, aku akan melakukannya suatu hari dan saya ingin mengirimkan kata-kata perpisahan selamat tinggal.

Ingat, itu adalah yang terakhir Anda pernah akan mendengar dari saya, jadi memikirkannya.

Saya memiliki kehidupan yang paling bahagia dan aku ingin masing-masing dari Anda untuk memiliki kehidupan yang bahagia juga.

Saya percaya bahwa Tuhan menempatkan kita di dunia ini gembira untuk menjadi bahagia dan menikmati hidup. Kebahagiaan tidak datang dari menjadi kaya, atau hanya dari yang sukses dalam karir Anda, atau dengan kesenangan diri sendiri. Salah satu langkah menuju kebahagiaan adalah untuk membuat diri Anda sehat dan kuat ketika Anda sedang anak laki-laki, sehingga Anda dapat berguna dan dapat menikmati hidup ketika Anda seorang pria.

Studi Alam akan menunjukkan Anda bagaimana penuh hal-hal indah dan menakjubkan Allah telah membuat dunia untuk anda nikmati. Jadilah puas dengan apa yang Anda punya dan membuat yang terbaik dari itu. Lihatlah sisi terang hal bukan yang suram.

Namun cara nyata untuk mendapatkan kebahagiaan adalah dengan memberikan kebahagiaan kepada orang lain. Cobalah dan meninggalkan dunia ini sedikit lebih baik daripada yang Anda menemukannya dan ketika giliran Anda tiba untuk mati, Anda bisa mati bahagia dalam perasaan, bahwa pada tingkat apapun, Anda tidak menyia-nyiakan waktu Anda, tetapi Anda telah melakukan yang terbaik. "Siap" dengan cara ini, untuk hidup bahagia dan mati bahagia-menempel janji Pramuka Anda selalu-bahkan setelah Anda berhenti untuk menjadi anak-dan Allah membantu Anda untuk melakukannya.

PENJERNIHAN AIR DENGAN CARA PENYARINGAN I


PENJERNIHAN AIR DENGAN CARA PENYARINGAN I
  1. PENDAHULUAN
    Kebutuhan akan air bersih di daerah pedesaan dan pinggiran kota untuk air minum, memasak , mencuci dan sebagiannya harus diperhatikan. Cara penjernihan air perlu diketahui karena semakin banyak sumber air yang tercemar limbah rumah tangga maupun limbah industri.
    Cara penjernihan air baik secara alami maupun kimiawi akan diuraikan dalam bab ini. Cara-cara yang disajikan dapat digunakan di desa karena bahan dan alatnya mudah didapat. Bahan-bahannya anatara lain batu, pasir, kerikil, arang tempurung kelapa, arang sekam padi, tanah liat, ijuk, kaporit, kapur, tawas, biji kelor dan lain-lain.
  2. URAIAN SINGKAT
    Penjernihan air minum secara sederhana ini merupakan penjernihan air dengan cara penyaringan. Bahan penyaringan yang digunakan adalah pasir dan tempurung kelapa.
  3. BAHAN DAN PERALATAN
    1. 2 (dua) drum ijuk
    2. pipa PVC dengan diameter ¾ inci
    3. kran air
    4. pasir
    5. kerikil
    6. potongan bata – cat
    7. gergaji
    8. parang
    9. besi
    10. bor
    11. kuas
    12. ember
    13. cangkul
  4. PEMBUATAN
    1. Membuat pipa penyaringan lihat Gambar 1. :
      1. Ambil 2 pipa PVC diameter 0,75 inci dengan panjang 35 cm.
      2. Pipa PVC dilubangi teratur sepanjang 20 cm.
      3. Bagian dari pipa yang dilubangi dibalut dengan ijuk kemudian ijuk diikat dengan tali plastik
      4. Salah satu ujung pipa dibuat ulir.

        Gambar 1. Pipa Penyaring
    2. Pemasangan pipa penyaring (lihat Gambar 2.).
      Pipa penyaring dipasang pada drum pengendapan dan penyaringan dengan jarak 10 cm dari dasar drum.
    3. Membuat drum pengendapan (lihat Gambar 2 dan 3)
      1. Buat lubang dengan bor besi 10 cm dari dasar pada dinding drum untuk pipa penyaring.
      2. Pasang pipa penyaring yang sudah dibalut pada soket yang sudah tersedia (lihat keterangan No. 2)
      3. Pasang kran
      4. Buat lubang pada dasar drum dengan tutup.

        Gambar 2. Pemasangan Pipa Penyaring
    4. Membuat drum penyaring (lihat Gambar 2 dan 3)
      1. Buat lubang untuk pemasangan pipa penyaring dengan jarak 10 cm dari dasar drum.
      2. Isi drum berturut-turut dengan krikil setebal 20 cm, ijuk 5 cm, arang 10 cm, ijuk 10 cm dan potongan bata 10 cm.
    5. Penyusunan drum endapan dan penyaringan (lihat Gambar 3)
      1. Drum pengendapan dan penyaringan disusun bertingkat.
      2. Kran-kran ditutup dan air diisikan ke dalam drum pengendapan
      3. Setelah 30 menit air dari drum pengendapan dialirkan ke dalam drum penyaringan.
      4. Aliran air yang keluar dari drum penyaringan disesuaikan dengan masukan dari drum pengendapan.

        Gambar 3. Cara Kerja Penyaring Air
  5. KEUNTUNGAN
    1. Air hasil penyaringan cukup bersih untuk keperluan rumah tangga.
    2. Membuatnya cukup mudah dan sederhana pemeliharaannya.
    3. Bahan-bahan yang digunakan mudah didapatkan di daerah pedesaan.
  6. KERUGIAN
    1. Pemeliharaan memerlukan ketelitian dan cukup memakan waktu seperti :
      1. Drum pengendapan dan drum penyaring harus dibersihkan, jika aliran air yang keluar kurang lancar. Ijuk, kerikil, potongan bata, pasir dicuci bersih, kemudian dijemur sampai kering.
      2. Arang tempurung biasanya paling lama 3 bulan sekali harus diganti dengan yang baru.
      3. Tidak bisa digunakan untuk menyaring air yang mengandung bahan-bahan kimia seperti air buangan dari pabrik, karena cara ini hanya untuk menyaring air keruh, tapi bukan menyaring air yang mengandung zat kimia tertentu.
    2. Untuk keperluan air minum harus dimasak terlebih dahulu sampai mendidih.

Sejarah Lagu Kebangsaan Indonesia


PENDAHULUAN
Setiap bangsa di dunia ini memiliki lagu kebangsaannya. Lagu kebangsaan itu bukanlah sekedar merupakan lagu untuk keindahan belaka, tetapi merupakan ungkapan dan cetusan cita-cita nasional bangsa yang bersangkutan. Ia merupakan sublimasi api perjuangan bangsa dalam mencapai cita-cita nasional dan mempertahankan kemerdekaan dan kehormatan bangsa.
a. Setiap bangsa gembira, bersemangat dan bangga apabila mendengar lagu kebangsaannya dinyatakan dan didengungkan dan mereka menghormatinya dengan khidmat.
b. Suatu insiden antara dua bangsa akan terjadi apabila suatu bangsa mempermainkan atau menghina lagu kebangsaan bangsa lain. Penghinaan terhadap suatu lagu kebangsaan dirasakan sebagai penghinaan terhadap bangsa pemilik lagu kebangsaan itu. Dalam hubungan internasional antara bangsa-bangsa di dunia, maka setiap bangsa berkewajiban untuk menghormati bangsa lain.
c. Lagu kebangsaan Indonesia Raya adalah milik bangsa Indonesia. “Indonesia Raya” merupakan ungkapan dan cetusan cita-cita nasional bangsa Indonesia. Ia merupakan sublimasi api perjuangan bangsa Indonesia dalam mencapai dan mempertahankan kemerdekaan dan Negara Indonesia. Ia merupakan pula pemersatu bangsa dan tekad bangsa Indonesia.
d. “Indonesia Raya” yang berkumandang di seluruh pelosok tanah air Indonesia selama perang kemerdekaan di Indonesia, telah mengorbankan semangat dan keberanian rakyat dan pemuda Indonesia untuk bertempur sampai titik darah penghabisan dalam mempertahankan dan menegakkan kemerdekaan, meskipun mereka hanya menggunakan bambung runcing untuk melawan tentara colonial yang bersenjata modern. Oleh karena itu bagi bangsa Indonesia, lagu kebangsaan Indonesia Raya dan bendera kebangsaan Sang Merah Putih adalah kehormatan bangsa dan Negara Indonesia.
e.. Gerakan Pramuka mempunyai tugas untuk menjadikan setiap Pramuka Indonesia sebagai patriot bangsa yang sanggup dan berani mempertahankan serta mempunyai rasa hormat yang tinggi terhadap lagu kebangsaan Indonesia Raya.
f.. Oleh karena itu, kepada setiap Pramuka Indonesia harus ditanamkan dan ditumbuhkan rasa cinta dan rasa hormat terhadap lagu kebangsaan Indonesia Raya. Untuk itu, maka setiap Pramuka Indonesia harus mengetahui dan menghayati arti dan sejarah lagu kebangsaan Indonesia Raya dalam perjuangan bangsa Indonesia merebut, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan. Setai Pramuka harus mampu menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan benar dan baik serta memiliki rasa hormat terhadapnya.
g. Tugas Pembina Pramuka antara lain adalah untuk membina setiap Pramuka menjadi patriot yang memiliki rasa hormat kepada dan kesanggupan berkorban demi abadinya Lgu Kebangsaan Indonesia Raya di bumi Indonesia.
h. Untuk suksesnya tugas itu, maka setiap Pembina Pramuka pertama-tama harus menjadikan dirinya sebagai patriot yang memiliki rasa hormat kepada dan kesanggupan berkorban demi abadinya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya di bumi Indonesia. Dia adalah contoh hidup bagi setiap pramuka.
i. Uraian tentang Lagu Kebangsaan Indonesia Raya beserta sejarahnya ini hanya sekedar pegangan bagi para Pembina Pramuka dalam melaksanakan tugasnya. Namun demikian, setiap Pembina Pramuka berkewajiban untuk berusaha mencari bahan-bahan yang berkaitan dengan Lagu kebangsaan Indonesia Raya.
SEJARAH LAGU KEBANGSAAN INDONESIA RAYA
Indonesia Raya” sebelum 17 Agustus 1945.
1. Lagu “Indonesia Raya” adalah gubahan komponis Muda Indonesia bernama Wage Rudolph Soepratman.
2. Almarhum Wage Rudolph Soepratman adalah seorang guru dan juga pernah menjadi wartawan surat kabar “Kaoem Moeda” dan pengarang buku. Sejak kecil Soepratman gemar sekali bermain biola.
3. Wage Rudolph Soepratman adalah putra seorang sersan Instruktur Mas Senen Sastrosoehardjo. Soepratman dilahirkan di Jatinegara pada tanggal 9 Maret 1903 dan meninggal dunia pada malam selasa tanggal 16 Agustus di Surabaya.
4. Semangat nasional telah mengisi seluruh jiwa Soepratman pada waktu itu. Semangat yang berwujud kemauan ingin menciptakan Lagu Kebangsaan. Akhirnya ia dapat menciptakan Lagu Indonesia Raya.
  1. Lagu Indonesia Raya tiu dipersembahkan oleh Soepratman kepada masyarakat di dalam konggers Pemuda Indonesia tanggal 28 Oktober 1928 di Gedung Indonesiche Club, Jln.Kramat 106 Jakarta. Lagu Indonesia Raya untuk pertama kali diperdengarkan dalam Konggres itu sesuai pula dengan semangat Persatuan Pemuda yang menyala-nyala pada waktu itu, maka ketika Lagu Indonesia Raya diperkenalkan kepada peserta konggres, dengan serta merta lagu itu mendapat sambutan yang hangat sekali.
  2. Sejak tiu pada tiap-tiap pertemuan Pemuda Indonesia selalu dibuka dan ditutup dengan Lagu Indonesia Raya. Semua Organisasi Rakyat Indonesia, Partai Politik, Organisasi Pemuda, Wanita, Kepanduan (Kepramukaan), seluruh rakyat Indonesia yang sadar, mengakui lagu Indonesia Raya sebagai Lagu Kebangsaan.
  3. Pada jaman penjajahan, Lagu Indonesia Raya sering dilarang, dihalang-halangi oleh Pemerintahan Kolonial Belanda oleh suatu ketika Pemerintah Jepang di Indonesia. Pemerintah Belanda telah pula meminta agar kata-kata dalam lagu Indonesia Raya diubah. Akan tetapi berkat semangat perjuangan dan Peraturan Rakyat dan Pemuda Indonesia segala rintangan itu dpata dilenyapkan
Indonesia Raya” setelah 17 Agustus 1945.

  1. Setelah Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, Lagu Indonesia Raya ditetapkan sebagai Lagu Kebangsaan. Lagu Kebangsaan Indonesia Raya selama perang Kemerdekaan telah merupakan sublimasi pengorbanan perjuangan rakyat dan Pemuda Indonesia untuk mengusir penjajah dan mempertahankan serta menegakkan Kemerdekaan.
  2. Dalam Undang-Undang Dasar sementara Republik Indonesia tahun 1950 pasal 3 ayat 2 Lagu Indonesia Raya ditetapkan dengan resmi sebagai Lagu Kebangsaan Indonesia.

Pendidikan Pancasila



A. Landasan Pendidikan Pancasila
Pendidikan Pancasila memiliki landasan yuridis, historis. Semua landasan ini mendukung secara rasional akan arti pentingnya pendidikan pancasila bagi Pramuka Sambadha.
1. Landasan Historis
Moh. Yamin mengatakan bahwa kerajaan Sriwijaya merupakan negara Indonesia pertama yang berdasarkan kedaulatan yang di dalamnya ditemukan nilai nilai materi Pancasila meliputi nilai ketuhanan, kemasyarakatan , persatuan, keadilan yang terjalin satu sama lain dengan nilai internasionalisme yang terjalin dalam bentuk hubungan negeri negeri di sebrang lautan.
Jadi sebenarnya nilai nilai pancasila sudah ada dan tumbuh di dalam adat istiadat masyarakat dari zamannya kerajaan Kutai hingga Majapahit dan semakin mengkristal pada era sejarah perjuangan bangsa yang ditandai dengan perumusan Pancasila sebagai dasar negara oleh para pendiri negara (the founding Fathers).
2. Landasan Yuridis
Dalam memenuhi tujuan negara yang tertera pada pembukaan UUD 45 yaitu Mencerdaskan kehidupan bangsa maka diperlukan suatu sistem pendidikan yang baik. Dalam UU no 20 tahun 2003 mengatur tentang sistem pendidikan nasional yang berbunyi;
Pasal 1 ayat 2 menyatakan bahwa pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan pancasila dan UUD NKRI 45, yang berakar pada nilai nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia, dan tanggap terhadap tuntutan perubahana zaman.
Dari dasar hukum tadi jelas bahwa Gerakan Pramuka menjadikan pancasila sebagai asas gerakan pramuka. Karena pada dasarnya bahwa Gerakan Pramuka adalah suatu bentuk pendidikan nonformal atau pendidikan diluar sekolah dan juga di luar keluarga.

B. Bentuk Pancasila
Bentuk Pancasila di dalam pengertian ini diartikan sebagai rumusan Pancasila sebagaimana tercantum di dalam Alinea IV Pembukaan UUD 45. Pancasila sebagai suatu sistem nilai mempunyai bentuk yang mempunyai ciri ciri sebagai berikut:
a. Merupakan kesatuan yang utuh
Semua unsur dalam pancasila menyusun suatu keberadaan yang utuh. Masing masing sila membentuk pengertian yang baru. Kelima sila tidak bisa dilepas satu dengan yang lainnya. Walaupun masing masing sila berdiri sendiri tapi hubungan antar sila merupakan hubungan yang organis.
b. Setiap Unsur Pembentuk Pancasila merupakan unsur mutlak yang membentuk kesatuan, bukan unsur yang komplementer. Artinya salah satu unsur (sila) kedudukannya tidak lebih rendah dari yang lain. Walaupun sila ketuhanan merupakan sila yang berkaitan dengan Tuhan sebagai causa prima, tetapi tidak berarti sila lainnya hanya sebagai pelengkap.
c. Sebagai suatu kesatuan yang mutlak, tidak dapat ditambah atau dikurangi. Oleh karena itu oleh karena itu Pancasila tidak dapat diperas menjadi trisila yang meliputi sosio-nasionalisme, Sosio-demokrasi, ketuhanan atau eka sila yaitu gotong royong sebagaimana dikemukakan oleh Ir. Soekarno
C. Susunan Pancasila
Alasan urutan pancasila:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa  karena bangsa Indonesia meyakini segala sesuatu itu berasal dari Tuhan dan akan kembali kepadaNya. Tuhan dalam bahasa filsafat disebut dengan causa prima yaitu Sebab pertama, artinya sebab yang tidak disebabkan oleh segala sesuatu yang disebut oleh berbagai agama dengan “Nama” masing masing agama.
2. kemanusiaan yang adil dan beradab  karena yang akan mencapai tujuan atau nilai yang didambakan adalah manusia sebagai pendukung dan pengemban nilai tersebut. Manusia bersifat monodualis, yaitu yang mempunyai susunan kodrat yang terdiri dari jasmani dan rohani. Sifat kodrat manusia, yaitu sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Kedudukan kodrat, yaitu makhluk otonom dan makhluk Tuhan.
3. Persatuan Indonesia karena untuk mencapai tujuan yang dicita citakan manusia manusia itu perlu untuk bersatu membentuk masyarakat (negara). Rumusan sila ketiga ini tidak menggunakan awalan ke dan akhiran an. Tetapi menggunakan awalan per dan akhiran an. Hal ini dimaksudkan ada dimensi yang bersifat dinamik dari sila ini. Persatuan atau Nasionalisme Indonesia terbentuk bukan atas dasar persamaan suku bangsa, agama, dan bahasa tetapi dilatarbelakangi oleh historis dan etis, historis artinya karena persamaan sejarah senasib sepenanggungan akibat penjajahan. Etis artinya berdasarkan kehendak luhur untuk mencapai cita cita moral yaitu sebagai bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebikasanaan dalam permusyawaratan / perwakilan  merupakan cara cara yang harus ditempuh ketika suatu negara ingin mengambil kebijakan Kekuasaan negara bukan karena warisan tapi berasal dari rakyat. Jadi rakyatlah yang berdaulat.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia  karena sila ini merupakan tujuan dari negara Indonesia yang merdeka.

D. Perumusan Pancasila
• Pada tanggal 7 september 1944 Perdana Menteri Kaiso mengucapkan pidato di parlemen jepang yang diantaranya mengatakan akan memberikan kemerdekaan bagi Indonesia. Dikenal dengan “kaiso declaration”
• Pemerintahan Kaiso jatuh sehingga membuat lama jani tersebut terrealisasikan.
• 29 april 1945 sebagai realisasi janji jepang maka pada hari itu tepat ulang Tahun kaisar Hirohito jepang memberikan semacam “hadiah ulang Tahun” kepada bangsa Indonesia, yaitu janji kedua dari pemerintahan jepang berupa “kemerdekaan tanpa syarat”.
• Pembentukan BPUPKI di mulai, Nama Lain BPUPKI (Dokuritsu Zyunbi Tioosakai). Diketuai oleh Dr. KRT. Radjiman wediodiningrat
• 29 mei 1945 Mr. Muh Yamin mengusulkan dasar negara yaitu ; Peri kebangsaan, Peri kemanusiaan, peri ketuhanan, peri kerakyatan, dan kesejahteraan rakyat.
• 31 mei 1945 Mr. Soepomo berpidato mengenai Ilmu Negara atau sistem pemrintahan. Ada 3 yang disampaikan yaitu
1. Negara ialah masyarakat hukum (legal society) yang disusun atas kontrak seluruh orang dalam masyarkat itu. (Individualisis Liberalis)
2. Negara ialah alatnya golongan yang mempunyai kedudukan ekonomi yang paling kuat untuk menindas golongan lain yang mempunyai kedudukan lemah. (Kapitalis komunis)
3. Negara ialah susunan masyarakat yang integral, segala golongan, segala anggota hubungannya erat dan merupakan persatuan masyarakat yang organis.
• 1 juni 1945 Ir. Soekarno mendapat giliran pidato dia memaparkan dasar negara (philosophiche gronslag) yang disebut olehnya dengan istilah Pancasila. Isinya adalah; Kebangsaan Naional (nasinalisme). Kemanusiaan (internasionalisme), Musyawarah mufakat perwakilan, kesejahteraan sosial, ketuhanan yang berkebudayaan. Dia juga menyampaikan bahwa jika pendapatnya kurang diterima dapat di peras menjadi trisila atau jika masih belum bisa diperas lagi menjadi ekasila yaitu gotong royong.
• Setelah sidang pertama BPUPKI selesai dibentuk panitia kecil lagi yang disebut Panitia Sembilan yaitu ; Ir. Soekarno (ketua), Mr. Moh Yamin, K. H. Wachid Hasyim, Drs. Moh Hatta, K. H. Abdul Kahar Muzakir, Mr. Maramis, Mr. Soebardjo, Abikusno Tjokrosujoso, H.Agus Salim.
• 22 juni 1945 Panitia sembilan bersidang dan menghasilkan pancasila yang oleh Moh. Yamin dipopulerkan dengan istilah Piagam Jakarta, isinya sama dengan Pancasila pada saat ini tap pada sila pertama ada perbedaan yaitu “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan sariat islam bagi pemeluk-pemeluknya.
• 10 juli 1945 sidang 2 BPUPKI dimulai dengan Ir. Soekarno menjelaskan tentang Piagam Jakarta. Dan pada sidang ini dimulai pembuatan UUD 1945(pasal demi pasal) dan diserahkan pada Mr. Supomo.
• 7 Agustus 1945 Jendral Terauchi menyetujui pembentujan PPKI (Dokuritsu zyunbi Iinkai) yang bertugas melanjutkan BPUPKI dalam memindahkan pemerintahan jepang ke pemerintahan tangan Indonesia.
• 14 Agustus 1945 jepang (nagasaki dan hirosima) di Bom Atom oleh sekutu dan jepang mengaku kalah, mendengar berita tersebut golongan muda lebih agresif untuk secepatnya menghendaki kemerdekaan tanpa menunggu janji jepang lagi.
• 16 agustus 1945 perumusan proklamasi berlangsung di Rengas Dengklok
• Akhirnya 17 agustus 1945 Proklamasi dibacakan. Dan Indonesia Merdeka
• 18 agustus 1945 Pancasila resmi tertuang dalam resminya UUD 1945

E. Makna Tiap Sila
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
Makna sila ini adalah:
* Percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
* Hormat dan menghormati serta bekerjasama antara pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.
* Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
* Tidak memaksakan suatu agama atau kepercayaannya kepada orang lain.
2. Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
Makna sila ini adalah:
* Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia.
* Saling mencintai sesama manusia.
*Mengembangkan sikap tenggang rasa.
* idak semena-mena terhadap orang lain.
* Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
* Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
* Berani membela kebenaran dan keadilan.
* Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari masyarakat Dunia Internasional dan dengan itu harus mengembangkan sikap saling hormat-menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.
3. Persatuan Indonesia
Makna sila ini adalah:
* Menjaga Persatuan dan Kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
* Rela berkorban demi bangsa dan negara.
* Cinta akan Tanah Air.
* Berbangga sebagai bagian dari Indonesia.
* Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.
4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Makna sila ini adalah:
* Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat.
* Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
* Mengutamakan budaya rembug atau musyawarah dalam mengambil keputusan bersama.
* Berrembug atau bermusyawarah sampai mencapai konsensus atau kata mufakat diliputi dengan semangat kekeluargaan.
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Makna sila ini adalah:
* Bersikap adil terhadap sesama.
* Menghormati hak-hak orang lain.
* Menolong sesama.
* Menghargai orang lain.
* Melakukan pekerjaan yang berguna bagi kepentingan umum dan bersama.

Pramuka perak

visit scout perak
state flag malaysia flag


Hari Pengasas
"Jasa Baden Powell tak ternilai"
Siapa pun tidak menyangka, bermula dengan usaha Baden Powell mengumpulkan budak-budak terbiar dan melepak kemudiannya mengadakan perkhemahan pertama di Pulau Brownsea (1907) berjaya menarik minat kanak-kanak mendewasakan diri dan berdikari. Tahun perkhemahan pertama itu bermula sejarah pengakap dunia yang dipelopori oleh Robert Stepphenson Lord Baden Powell of Gilwell (1857 - 1941) mudah disebut sebagai BP (Bapa Pengakap).
Sehingga hari ini pengakap genap 92 tahun. Satu-satunya organisasi belia tertua di dunia.
Walaupun BP sudah meninggal dunia lebih setengah abad (1941) tetapi jasanya mendisiplinkan anak-anak melalui ilmu pengakap tetap dikenang. Tarikh lahirnya, 22 Februari 1857, telah dijadikan Hari Pengakap di seluruh dunia.
Seluruh dunia mengakui dan menerima ciri-ciri latihan dan kepimpinan pengakap. Dapat menyedar dan membimbing seseorang untuk menjadi warganegara yang berguna.
Di Malaysia, pergerakan pengakap mula wujud sejak 90 tahun lalu (1909). Kumpulan pertama ditubuhkan di Sekolah Victoria Kuala Lumpur, kemudian diikuti Sekolah St. John dan Methodist Boys School.
Sementara Pandu Puteri, mula diwujudkan di Selangor sekitar 1916. Kumpulan pertama oleh YMCA di Kuala Lumpur.
Ternyata awal penubuhan pengakap di Malaysia hanya di sekolah-sekolah Inggeris. Tahun 1920 baru ditubuhkan di Maktab Melayu Kuala Kangsar (MCKK) sebagai mendorong anak-anak Melayu menyertai pengakap.
Maktab Perguruan Sultan Idris Tanjung Malim menubuhkan kumpulan latihan pertama. Guru-guru pelatih dari seluruh Semenanjung, Singapura dan Brunei dibimbing menjadi pemimpin pengakap di bawah kelolaan Allahyarham Mohd. Yusof Ahmad, Allahyarham Abdul Kudus Mohamad dan Allahyarham Ahmad Murad Nasharuddin.
Hasil latihan ini, pelajar-pelajar maktab tersebut menyebarkan ilmu pengakap ke sekolah-sekolah di mana mereka ditugaskan mengajar. Berkembanglah pergerakan pengakap di sekolah Melayu sehingga pelosok kampung.
Menjelang tahun-tahun mencapai kemerdekaan (1957) terdapat 42,000 anggota pengakap di Semenanjung. Selepas merdeka kian bertambah. Pada tahun 1964 berjumlah 48,267. Dua tahun kemudian (1966) meningkat ke 58,000. Kini anggota pergerakan pengakap mencapai 300,000.
Malaysia berjaya mengadakan Jambori Nasional (Jamnas) sebanyak 7 kali. Jambori pertama (1966) di Teluk Bahang, Pulau Pinang disertai oleh 2,000 pengakap seluruh Malaysia. Sementara Jambori Nasional ke 7, di Besut, Terengganu (Ogos 1997) disertai oleh 17,000 pengakap dari Malaysia dan negara-negara Asia Pasifik.
Pergerakan pengakap menyediakan aktivitinya kepada budak-budak dari umur 8 tahun ke peringkat belia dengan menitikberatkan terhadap 4 konsep diluluskan Persidangan Pengakap Sedunia.
Pertama, perkembangan keperibadian, kedua , latihan kewarganegaraan, ketiga, kemahiran untuk berdikari dan keempat, khidmat kepada masyarakat.
Untuk menyesuaikan dengan peningkatan belia di Malaysia, pengakap Malaysia menyediakan latihan ke arah menjadi warganegara yang baik, berdisiplin dan sihat dengan menekankan 4 prinsip.
Setiap pengakap harus dapat mengembangkan kebolehan yang sedia ada pada dirinya. Berdikari agar mendapat rezeki yang halal bagi diri dan keluarga. Membekalkan pengalaman yang cukup agar dapat membantu diri sendiri dan memberi sumbangan kepada orang lain.
Pengakap dilatih berjimat cermat dan tidak membazir. Jadi, ternyata masalah kegawatan ekonomi negara sekarang dengan mudah dapat diatasi oleh setiap ahli pengakap Malaysia. Undang-undang pengakap ke-9, telah mendisiplinkan mereka berjimat dan tidak boros.
Menjadi amalan pengakap menyampaikan ilmu dan maklumat kepada orang-orang dibawahnya. Sama ada melalui kegiatan peringkat kumpulan, daerah dan negeri.
Ada masanya digalakkan menyertai kegiatan antarabangsa, tidak sahaja melalui perkhemahan besar di jambori, tetapi dapat melalui jambori di udara, Jamboree on the Air (JOTA).
Terkini, tersedia pula Jamboree on the Internet (JOTI) dapat digunakan melalui alamat: http://www.scout.org/joti

Minggu, 08 Januari 2012

JAMBORE DUNIA 4 (Gödöllõ, Hungary, 1933)


4th World Jamboree
Gödöllõ, Hungary, 1933


Jambore Dunia ke-4 adalah hel di Godollo, Hungaria pada tahun 1933. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 26.000 pramuka yang mewakili 46 negara. Its pengaturan taman besar di Godollo. Ini adalah penting untuk cuaca yang sangat baik yang dinikmati dan Pramuka dirakit itu berterimakasih karena naungan yang pohon-pohon Hutan Kerajaan diberikan. Pramuka yang menghadiri pertemuan ini mengingat terutama melihat B.-P. membuat putaran pada kamp situs pada pengisi daya cokelat megah. Itu juga paling mencolok bahwa bangsa seluruh Hungaria telah bekerjasama untuk membuat acara sukses.


PICTURES FROM THE 4TH WORLD JAMBOREE

Welcome to Gödöllõ

Trumpet fanfare opens the 4th World Jamboree

Polish Scouts sound the opening fanfare




Scouts run down the field, banners raised, to greet B-P's arrival

Thousands of Scouts crowd together to greet B-P




Scouts play national folk tunes as part of the Festival of the Nations

Scouts of different lands link arms in a folk dance




The campfire is always at the heart of Scouting. Campfire at Gödöllõ, 1933

Farewell Scouts!