SAKA WIRAKARTIKA

Logo Saka Wirakartika

With Me

Saya Adalah angota saka wirakartika Koramil 13/0703 Cilacap

KRIDA PENANGULANGAN BENCANA ALAM

SAKA WIRAKARTIKA JAYAAA....!!!!!

KRIDA NAVIGASI DARAT

SALAM JAYA SAKA WIRAKARTIKA

KRIDA PIONERRING

SALAM JAYA WIRAKARTIKA

Tampilkan postingan dengan label Materi Saka Wirakartika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Saka Wirakartika. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Januari 2012

Gerakan Bela Diri Militer



BELA DIRI MILITER
1.       Kuda-Kuda Tengah Sedang
2.       Kuda-Kuda Tengah Berat
3.       Kiri Depan
4.       Kanan Depan
5.       Dua Kali Maju
6.       Musuh Kiri
7.       Musuh Kanan
8.       Dua Kali Maju
9.       Musuh Belakang
10.   Dua Kali Maju
11.   Musuh Kiri
12.   Dua Kali Maju’
13.   Musuh Belakang
14.   Lima Kali Maju Pukulan Sejajar
15.   Lima Kali  Mundur Pukulan Sejajar
16.   Lima Kali Maju Pukulan Silang
17.   Lima Kali Mundur Pukulan Silang
18.   Lima Kali Maju Tolak Kanan/Kiri Atas
19.   Lima Kali Mundur Tolak Kanan/Kiri Atas
20.   Maju Tolak Kanan Atas Pukulan Silang Kiri (Lima Kali)
21.   Mundur Tolak Kanan Atas Pukulan Silang Kiri (Lima Kali)
22.   Dua Kali Maju Parangan Dua Musuh Kanan
23.   Dua Kali Maju Tusukan Dua Musuh Belakang
24.   Dua Kali Maju  Parangan Satu Musuh Kiri
25.   Dua Kali Maju  Parangan Satu Musuh Kiri
26.   Musuh Belakang Kembali Sikap
27.   Lima Kali Tendangan Depan Musuh Belakang
28.   Kembali Sikap
29.   Rangkain Gerak Perorangan Satu Dua Kali
30.   Rangkain Gerak Berpasangan
31.   Rangkain Gerak Perorangan Dua Dua  Kali
32.   Rangkain Gerak Berpasangan Dua Dua Kali
33.   Selesai

RANGKAIN GERAK PERORANGAN DUA
1.       Sikap Sempurna
2.       Mundur  Kanan Tangkis Kiri Bawah Condong
3.       Loncat Maju Tendangan Samping Kiri
4.       Parangan Tiga Di Tempat
5.       Maju Pukulan Atas
6.       Musuh Belakang Tolak Kanan Atas
7.       Maju Tendangan Samping
8.       Maju Tendangan Depan
9.       Musuh Kiri Tolak Kanan
10.   Maju Pukulan Silang Kiri
11.   Musuh Belakang Droop
12.   Loncat Maju Tendangan Samping Kiri
13.   Maju Parangan Tiga Pukulan Silang Kiri Di Tempat
14.   Kembali Ke Kuda – Kuda Tengah Sedang
15.   Kembali Sikap

RANGKAIM GERAK PERORANGAN TIGA
1.       Pukulan Sejajar Kanan/Kiri Di Tempat
2.       Mundur Kiri Tangkis Kanan Bawah
3.       Mundur Kiri Tangkis Buang
4.       Pukulan Silang Di Tempat
5.       Tendangan Depan Kanan
6.       Tendngan Sampaing Kiri Musuh Kanan
7.       Tolak Kanan Atas
8.       Tendangan Samping Kiri
9.       Tendangan Belakang
10.   Sodokan Silang Kiri Di Tempat
11.   Musuh Belakan Tolak Kanan Bawah
12.   Dua Kali Maju Pukulan Silang
13.   Tendangan Samping Kanan
14.   Tendangan Belakang Kiri
15.   Sodokan Silng Kanan Di Tempat
16.   Mundur Tolak Kanan Atas
17.   Sejajarkan Kaki Kanan Dan Kiri Tolak Kiri Luar
18.   Tiga Kali Pukulan Di Tempat
19.   Kembali Ke Sikap

 SAKA WIRAKARTIKA 13/0703 CILACAP

Minggu, 15 Januari 2012

kOMUNIKASI RADIO




RADIO KOMUNIKASI, HT, RIG, SSB, REPETER, ANTENA, CABLE, ACESSORIES


PENDAHULUAN
Sistem komunikasi ini tidak menggunakan kawat dalam proses perambatannya, melainkan menggunakan udara atau ruang angkasa sebagai bahan penghantar. Secara garis besar sistem ini adalah sebuah pemancar Tx yang memancarkan dayanya menggunakan antena ke arah tujuan, sinyal yang dipancarkan berbentuk gelombang elektromagnetis. Pada penerima gelombang elektromagnetik ini diterima oleh sebuah antena yang sesuai. Sinyal yang diterima kemudian diteruskan ke sebuah pesawa penerima Rx.
Gelombang elektromagnet pertama kali diturunkan oleh Maxwell dalam rumus-rumusnya. Kemudian dikembangkan oleh Hertz, yang menunjukkan bahwa energi dapat disalurkan dalam bentuk elektromagnet.
Gelombang elektromangnet dicirikan oleh frekuensinya. Dimana kecepatan penjalarannya rata-rata 300.000 km/detik. Panjang gelombangnya dapat dihitung :
(f dalam Hertz)
Berdasarkan sifat-sifat perambatannya, frekuensi-frekuensi radio dapat dibagi dalam beberapa daerah atau band pada tabel berikut ini :
Nama
Frekuensi
Panjang
Gelombang
Nama
Very Low Frequency (VLF)
< 30 kHz
> 10 km
Gelombang Myriametrik
Low Frequency (LF)
30 – 300 kHz
1 – 10 km
Gelombang kilometer
Medium Frequency (MF)
300 – 3.000 kHz
100 – 1.000 m
Gelombang hektometer
High Frequency (HF)
3 – 30 MHz
10 – 100 m
Gelombang dekameter
Very High Frequency (VHF)
30 – 300 MHz
1 – 10 m
Gelombang meter
Ultra High Frequency (UHF)
300 – 3.000 MHz
10 – 100 cm
Gelombang decimeter
Super High Frequency (SHF)
3 – 30 GHz
1 – 10 cm
Gelombang sentimeter
Extremely High Frequency (EHF)
30 – 300 GHz
1 – 10 mm
Gelombang milimeter
SISTEM MODULASI
Energi sebagai gelombang elektromagnetik dengan frekuensi di atas 10 kHz bisa dipancarkan tanpa menggunakan kawat-kawat penghantar. Ternyata pada frekuensi di bawah 30 kHz adalah sangat mahal dan merepotkan untuk menyalurkan gelombang-gelombang elektromagnetik (gelombang radio), karena dibutuhkan daya yang sangat besar untuk memancarkannya, dan juga karena instalasi antena dari pemancar dengan frekuensi tersebut sangat besar. Untuk memancarkan energi secara efisien, panjang antena pemancar saling sedikit harus ¼ panjang gelombang dari frekuensi yang bersangkutan.
Misalkan pada frekuensi 10 kHz, antene harus berukuran 7500 meter,
Dengan perhitungan :
 = c/f = 3 x 108/104 = 3 x 104 meter.
Panjang antena adalah = /4 = 7500 meter.
Dari kenyataan diatas sangat sukar untuk menyalurkan sinyal-sinyal suara dan musik pada frekuensi rendah sebagai suatu gelombang radio. Tetapi pada frekuensi-frekuensi yang lebih tinggi atau dengan panjang gelombang yang lebih pendek, lebih mudah dan lebih ekonomis untuk menyalurkan gelombang-gelombang radio. Karena kenyataan ini pada sistem radio digunakan frekuensi-frekuensi itnggi untuk membawa sinyal-sinyal informasi dengan frekuensi yang ke suatu tujuan. Dalam hal ini sinyal-sinyal informasi dititipkan atau diselipkan pada sinyal pembawa pada sisi akhir dari perlatan pengirim atau pemancar dengan suatu proses yang disebut Modulasi. Di tempat tujuan, sinyal informasi dikeluarkan laagi dari frekuensi pembawa dengan suatu proses yang berlawanan dari proses pengirim yang disebut Demodulasi.
Modulasi dari gelombang pembawa dapat diperoleh dengan cara mengubah-ubah beberapa karakteristik dari gelombang pembawa tersebut yang dilakukan oleh sinyal-sinyal informasi. Gelombang bolak-balik sinusoidal atau gelombang elektromagnet mempunyai karakteristik yang penting misalnya amplitudo, frekuensi, dan fasa, dan terhadap informasi hal itu dapat diatur untuk merubah setiap karakteristik dari tiap bentuk gelombang pembawa ini. Jadi informasi dapat dibawa dengan mengubah frekuensi, amplitudo ataupun fasa pada gelombang radio yang dipancarkan dan melakukan proses sebaliknya di penerima, sinyal informasi dapat diperoleh kembali di penerima.
Modulasi Amplitudo
Pada modulasi amplitudo, dinyatakan bahwa bagaimana membuat suatu cara sehingga amplitudo gelombang pembawa berubah sesuai dengan bentuk gelombang dari informasi yang akan dikirim. Sinyal atau informasi yang akan dibawa disebut sinyal modulasi dan gelombang radio yang membawa, pada umumnya frekuensinya harus lebih tinggi daripada sinyal modulasi, dinamakan gelombang pembawa.
Gelombang pembawa yang belum dimodulasikan mempunyai harga amplitudo maksimun yang tetap dan frekuensi yang lebih itnggi daripada sinyal pemodulasi (sinyal informasi), tetapi bila sinyal pemodulasi telah diselipkan, maka harga amplitudo maksimum dari gelombang pembawa akan berubah-ubah sesuai dengan harga-harga sesaat dari sinyal pemodulasi tersebut, dan bentuk gelombang luar atau sampul dari harga-harga amplitudo gelombang yang telah dimodulasi tersebut adalah sama dengan bentuk gelombang sinyal informasi yans asli atau sama dengan perkataan lain gelombang sinyal pemodulasi telah diselipkan pada gelombang pembawa.
Secara matematis, sinyal radio dengan modulasi amplitudo dapat dituliskan sebagai berikut :

dimana : ws = 2 fs t
wc = 2 fc t
m = indeks modulasi (0 m 1)
fs = frekuensi modulasi
fc = frekuensi gelombang pembawa
Selanjutnya persamaan dapat diuraikan menjadi :


dimana
disebut gelombang pembawa
adalah lower side band
adalah upper side band
Modulasi Frekuensi
Pada modulasi frekuensi, sinyal informasi dapat digunakan untuk mengubah frekuensi pambawa, sehingga menimbulkan modulasi frekuensi. Modulasi frekuensi mempunyai beberapa kelebihan tertentu dibandingkan modulasi amplitudo. Terutama adalah perbandingan S/N dapat ditingkatkan tanpa harus menambah daya yang dipancarkan tetapi harus diimbangi dengan meningkatnya lebar-jalur frekuensi yang diperlukan, bentuk-bentuk interferensi tertentu pada penerima lebih mudah untuk ditekan, dan proses modulasi dapat dilakukan pada tingkat daya yang rendah pada pemancar, sehingga dengan demikian tidak diperlukan daya modulasi yang terlalu besar.
Jika sinyal informasi (sinyal pemodulasi) telah diselipkan maka frekuensi gelombang pembawa akan naik menuju harga maksimum, sesuai dengan amplitudo dari sinyal pemodulasi yang naik menuju harga maksimum dalam arah positif. Kemudian frekuensi gelombang pembawa akan turun kembali menuju harga frekuensi aslinya sesuai dengan harga amplitudo sinyal pemodulasi yang menuju nol. Selanjutnya pada setengah siklus berikutnya, frekuensi gelombang pembawa akan turun ke harga minimum, sesuai dengan harga amplitudo sinyal pemodulasi yang menuju harga maksimum dalam arah negatif, kemudian frekuensi gelombang pembawa akan naik kembali menuju harga aslinya sesuai dengan harga amplitudo sinyal pemodulasi yang turun kembali ke harga nol.
Dapat diperhatikan bahwa harga maksimum atau amplitudo dari gelombang pembawa tetap konstan. Perubahan frekuensi dari gelombang pembawa tergantung pada harga amplitudo dar tegangan atau arus sinyal pemodulasi.
Sinyal modulasi em digunakan untuk merubah frekuensi pembawa. Misalnya, em mungkin digunakan untuk mengubah kapasitansi dari rangkaian osilator frekuensi pembawa.
Misalnya, bila em suatu gelombang sinus,


Frekuensi pembawa seaat menjadi

Deviasi puncak dari sinyal didefinisikan sebagai

Sehingga persamaan diatas menjadi

Agar dapat memperoleh suatu pengertian kuantitatif tentang modulasi frekuensi, pertama-tama perlu diturunkan persamaan untuk gelombang yang dimodulasi. Pembawa yang tidak dimodulasi adalah suatu pembawa gelombang sinus, yang mana tanpa kehilangan sifat umumnya, Ecmaks dapat dibuat sama dengan satu :

dimana c = 2fc = suatu frekuensi sudut konstan dalam rad/det, dan adalah susatu sudut fasa konstan dalam radian.
Persamaan diatas adalah suatu bentuk yang khusus dari suatu rumus yang lebih umum :

Frekuensi sudut dari rumus umum ini adalah kecepatan perubahan waktu dari (t), dan hanya bila frekuensi konstan maka bentuk khusus persamaan berlaku.
Modulasi Fasa
Pada modulasi fasa, adalah fase dai gelombang pembawa yang diubah-ubah sesuai dengan sinyal informasi yang dikirimkan. Bentuk gelombang radionya hampir sama dengan yang termodulasi frekuensi (FM), serta rumus matematisnya pun hampir sama yaitu :

Sehingga untuk harga m yang sama, baik dalam FM maupun PM akan diperoleh jumlah side band yang sama.
Beda antara FM dan PM hanya dalam unsur faktor indek modulasi m.
Dari persamaan : sin (t) dimana (t) = besarnya fase dan dapat ditulis sebagai (t) = it
Dapat diperoleh bahwa kecepatan sudut sesaat :

Dalam FM frekuensi sesaat yang berubah sesuai dengan sinyal pemodulasi:

dimana : f = deviasi frekuensi maksimum
jadi akan diperoleh untuk harga fase sesaat :


Sedang dalam PM dapat dituliskan :
Kecepatan sudut sesaat dari :
Diperoleh :
Dan dari diperoleh untuk frekuensi seaat :
sehingga :
Dapat disimpulkan bahwa PM adalah FM dimana deviasi frekuensi sebanding dengan frekuensi modulasi.
PROPAGASI GELOMBANG RADIO
Propagasi merupakan perilaku dari gelombang radio tentang bagaimana perambatan dan arah perambatannya. Tiap-tiap band (pita ) frekuensi mempunyai karakteristik tersendiri.
1 Propagasi Frekuensi Rendah
Yang termasuk pada kelompok frekuensi rendah disini adalah Frekuensi sangat rendah (VLF), Frekuensi Rendah (LF) dan Frekuensi Menengah (MF). Secara umum kelompok Frekuensi ini, menjalar mengikuti bentuk atau kurva dari permukaan bumi. Karena itu dikenal sebagai Gelombang Permukaan Bumi (Ground Wave).
Jarak yang dapat ditempuh bisa memcapai sepanjang permukaan bumi , tergantung pada daya yang dibangkitkan oleh pemancar radio. Cakupan dari daerah yang akan dilayani tergantung dari kekuatan daya pancar dari sistem pemancar yang dibuat.
2 Propagasi Frekuensi Tinggi
Untuk frekuensi-frekusni ini, gelombang permukaan bumi dserap atau berkurang dengan cepat, tetapi radiasinya mencapai ketinggian ionosfir. Ketinggian yang dapat dicapai kira-kira 50 – 400 km diatas permukaan bumi. Pada ketinggian itu, pada ionosfir, gas-gas yang ada mengalami radiasi ultra violet dari matahari. Molekul-molekunya melepaskan elektron-elektronnya sehingga menjadi ion bermuatan positif. Karena itu pada lapisan ini, gelombang-gelombang radio dibiaskan dengan sudut-sudut tertentu sehingga akan dikembalikan lagi ke bumi. Jenis gelombang radio ini sering jg disebut Gelombang Angkasa (Sky Wave).
Dengan menggunakan antena pemancar yang dapat diarahkan, gelobang angkasa dapat diarahkan untuk mencapai sustu tujuan tertentu. Pada jarak yang sama meskipun dengan menggunakan day yang kecil di bangdingkan dengan daya yang dipergunakan untuk gelombang permukaan bumi pada jarak yang sama. Gelobang ini banyak digunakan untuk telepon jarak jauh sebagai komunikasi dari titik ke titik.
3 Propagasi Frekuensi Sangat Tinggi
Untuk frekuensi-frekuensi ini, energi gelombang radio dipancarkan melalui ruang angkasa dalam garis-garis lurus, sebagaimana energi cahaya. Dengan menggunakan antena yang dapat diarahkan (directional), sinyal enrgi ini dapat diarahkan langsung ke kanki langit (hrison), sehingga merupakan suatu lintasan perambatan yang mengikuti garis sesuai dengan pandangan mata. Gelombang ini juga bersifat mudah untuk dipantulkan oleh permukaan bumi.
Advertisement

MENGENAL BDM (BELA DIRI MILITER)


Kegiatan Bela Diri Militer ini dimaksudkan agar personel militer tetap mampu memelihara kemampuan BDM yang sudah diajarkan sejak pendidikan pembentukan. Melalui latihan secara bertahap, bertingkat dan berlanjut, kemahiran prajurit di bidang ini tetap  terpelihara, terus  dipertahankan dan ditingkatkan

Belati
Adalah Organisasi Bela Diri Taktis Yang Menggunakan Tangan Kosong Dan Senjata Tajam (Pisau) Secara Cepat Dan Tepat. Organisasi Ini Terbentuk Pada 9 Januari 2008 Atas Prakarsa Tiga Praktisi Bela Diri Yang Selama Ini Menekuni “ Close Quarter Combat Training “ Dari Ret.Capt. Glen Gardiner Dari Australian Army. Dengan Latar Belakang Pengalaman Beladiri Yang Berbeda Dan Pengalaman Berlatih Bersama Dengan Berbagai Negara: Australia, Fiji, Inggris,Amerika Dan Norwegia, Kami Berhasil Merangkum Materi Latihan Beladiri Taktis Yang Efektif Dan Efesien.

Tujuan
Melatih Praktisi Menggunakan Pisau Secara Benar Yaitu Cepat Dan Tepat.
Praktisi “Belati” Akan Diajarkan Pengetahuan Anatomi Tubuh Manusia Dan Pembuluh Darah, Hingga Praktisi Tahu Letak Sasaran Dan Bagaimana Menyerangnya, Karena Beberapa Bagian Vital Manusia Letaknya Tersebunyi Dalam Kulit,Daging Dan Tulang. Dengan Mengetahui Tehnik Dan Letak Sasaran Yang Benar Akan Memudahkan Praktisi “Belati” Untuk Melumpuhkan Lawan Dalam Tempo Yang Singkat.

Visi Dan Misi
Adalah Penting Bagi Kami Untuk Menyebar Luaskan Ilmu Pengetahuan Kami Ke Berbagai Pihak Yang Me Membutuhkan Seperti : Jasa Keamanan, Kepolisian, Militer Dan Sebagainya, Mengingat Profesi Mereka Yang Memang Membutuhkan Ilmu Pengetahuan Ini.

Materi
Pengenalan Senjata Tajam: Karakter Pisau, Satu Sisi, Dua Sisi, Berat Pisau,Panjang Pisau, Dst.
Posisi Tempur: Handle Grip,Reverse Grip
Jarak Tempur : Close,Medium,Projectile.
Drill Pisau, Drill Tangan
Anatomi Tubuh Manusia
Tehnik Bertarung (Lawan Tangan Kosong,Lawan Bersenjata)
Tehnik Ambush (Sergapan Dari Belakang,Samping,Depan)

Sparring
Penggunaan Padded Knife Atau Dummy Untuk Latih Tanding Untuk Melihat Sejauh Mana Pemahaman Praktisi “Belati” Dalam Pertarungan Sesungguhnya.

Minggu, 08 Januari 2012

Tips Survival Penting Jika Anda Tersesat Di Hutan


Banyak kejadian sesorang atau kelompok tersesat di hutan atau di gunung dan tidak tahu harus berbuat apa. Tetapi bila kita mengetahui teknik survival, tidak perlu takut. Survival adalah suatu teknik seni bertahan hidup di alam terbuka dengan menghadapi kondisi atau keadaan yang tidak menentu. Sedangkan orang yang melakukan survival disebut Survivor.

Survival yang terdiri dari delapan huruf mempunyai arti tersendiri. Definisi Survival terkandung dalam singkatan kedelapan huruf tersebut, yaitu :

S = Sadari, Sadari diri sendiri.

U = Untung dan rugi ada pada diri sendiri.

R = Rasa takut dan putus asa hilangkan.

V = Vacum, isilah kekosongan.

I = Ingatlah selalu Allah SWT dimanapun anda berada.

V = Viva, hargailah hidupmu.
 
A = Agama harus ditunaikan.

L = Latih dan belajarlah selalu.
sebagai penekanan, yaitu perlu adanya doa sebagai penguat batin survivor dan ketabahan hati guna mencapai keselamatan dan sampai pada tujuan yang diharapkan.



Dalam keadaan tersesat ada Pedoman yang harus selalu diperhatikan dan harus selamanya diingat oleh semua orang yang biasa melakukan perjalanan jauh yaitu STOP yang merupakan kependekan dari :

S = SEATING, berhenti dan beristirahatlah, jangan panik.

T = TAWAKAL, berfikir positif dan selalu sadar akan keadaan yang sedang dihadapi.

O = OBSERVE, amati keadaan disekitar, tentukan arah, manfaatkan alat-alat yang ada dan hindari hal-hal yang tidak perlu.

P = PLANING, buat keputuskan yang akan dilakukan dengan memikirkan konsekuensinya.




Dalam melakukan survival seseorang harus mempunyai sikap dan mental yang mendukung survival, oleh karenanya seorang survivor perlu mempunyai sikap sebagai berikut :

1.


Semangat untuk hidup. Tanpa semangat untuk hidup segala apa yang diperjuangkan akan sia-sia, dengan semangat ini akan tumbuh kekuatan, pantang menyerah dalam menghadapi permasalahan sesulit apapun.

2.

Kepercayaan diri. Dengan kepercayaan diri akan timbul perasaan dan kekuatan untuk melaksanakan sesuatu dengan segala penuh keyakinan.

3. Akal sehat. Dalam melakukan apapun kadang kita kurang mengendalikan pikiran kita sendiri apalagi dalam keadaan yang panik.

4. Disiplin dan rencana kegiatan yang matang.

5. Kemampuan belajar dari pengalaman dan materi alam bebas.

6. Pengetahuan tentang rimba, laut dan lingkungan, serta memiliki pengetahuan tentang ekologi dan biologi.




Ada beberapa pedoman yang harus diingat apabila anda ingin mencari jalan keluar jika tersesat yaitu :

1. Usahakan kembali ke jalan semula. Apabila anda sudah merasa tersesat, usahakan kembali ke jalan semula (yang sebelumnya anda lewati). Untuk mempermudah apabila melintasi hutan yang belum pernah anda lewati, gunakanlah string text, string line, atau penunjuk arah (pemberi jejak) yang lain yang bisa ditempatkan pada pohon, ranting, atau tanah. Hal ini juga mempermudah penolong dalam mengetahui keberadaan anda.

2.

Mengikuti jalan di punggungan, jangan di lembah. Apabila anda berada di punggungan akan lebih mudah terlihat oleh orang lain dari pada di lembah. Biasanya jalur pendakian dibuat di punggungan.

3. Jangan mengikuti arah sungai. Karena sungai merupakan sumber kehidupan, dan merupakan tempat minum binatang liar. Disarankan turun ke sungai hanya untuk mengambil air saja.



Apabila keadaan memaksa anda untuk tidak mungkin kembali maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu :

1.

Membuat tempat berlindung. Hal ini sangat penting untuk melindungi kita dari hujan dan panas. Ada beberapa macam tempat berlindung (bivac) yaitu bivac alam semisal gua, lubang pohon, atau cerukan tanah. Bivac buatan bisa dengan menggunakan ranting pohon dan dedaunan atau menggunakan ponco (jas hujan).

2.

Mencari air dan makanan. Air dan makanan sangat penting dalam menunjang kehidupan kita. Air bisa didapatkan dari sungai, hujan, tumbuhan rambat atau berdaun lebar, dan embun. Jangan sekali-kali mengambil air tergenang di rawa terutama yang berwarna hitam dan kehijau-hijauan. Makanan yang bisa dimakan bisa berasal dari tumbuhan dengan ciri-ciri warnanya tidak mencolok, tidak hidup menyendiri, getahnya tidak berasa gatal, dan dikelilingi binatang. Makanan juga bisa berasal dari binatang misalnya babi hutan, semua jenis unggas terutama telurnya, katak hijau, belalang, cacing sondari, ikan, udang, tikus, biawak, kadal, dan ular. Khusus untuk ular, satu jengkal dari kepala dan buntutnya dibuang.

3.


Membuat api. Api berguna dalam memberi penerangan, penghangat tubuh, memasak, menghindari binatang buas, dan penghilang rasa takut. Selain itu api berguna sebagai alat komunikasi (isyarat) dan mempermudah penolong dalam mencari anda.

Dari pada kita tersesat lebih baik kemungkinan itu diminimalisir dengan pemahaman medan pendakian serta jalur yang akan dilalui, selalu memperhatikan perubahan cuaca, bawalah perbekalan yang lebih dari cukup misal pendakian selama 4 hari dengan logistik cukup untuk 5-6 hari, jangan pernah memisahkan diri sendirian dari kelompok, dan selalu mendaftarkan diri sesuai prosedur pada pos pendakian.