SAKA WIRAKARTIKA

Logo Saka Wirakartika

With Me

Saya Adalah angota saka wirakartika Koramil 13/0703 Cilacap

KRIDA PENANGULANGAN BENCANA ALAM

SAKA WIRAKARTIKA JAYAAA....!!!!!

KRIDA NAVIGASI DARAT

SALAM JAYA SAKA WIRAKARTIKA

KRIDA PIONERRING

SALAM JAYA WIRAKARTIKA

Tampilkan postingan dengan label Materi Survival. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Survival. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Januari 2012

Perbekalan Dalam Survival

Selain keterampilan dan pengetahuan tentang hidup di alam terbuka yang baik, untuk menjamin keamanan dan kenyamanan kita dalam melakukan kegiatan di alam terbuka di perlukan pula peralatan dan perbekalan yang baik untuk menunjang kegiatan kita. Karena tujuan dari setiap perjalanan adalah dapat kembali kerumah dalam keadaan sehat maka kita tidak boleh membiarkan ada peluang sedikitpun bagi bahaya yang akan timbul.

Keberhasilan suatu kegiatan di alam terbuka juga ditentukan oleh perencanaan perlengkapan dan perbekalan yang tepat. Dalam merencanakannya, beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu :
1. Mengenal jenis medan yang akan dihadapi (misal : hutan, rawa, tebing dan lain-lain)
2. Menentukan tujuan perjalanan (misal : penjelajahan, latihan, penelitian, kemanusiaan/SAR dll)
3. Mengetahui lamanya perjalanan
4. Mengetahui keterbatasan kemampuan fisik untuk membawa beban
5. Memperhatikan hal-hal khusus (misal : obat-obatan tertentu dan sebagainya)

Setelah kita mengetahui hal-hal tersebut, maka kita dapat memilih perlengkapan dan perbekalan yang sesuai dan selengkap mungkin, tetapi bebannya tidak melebihi kemampuan membawanya, atau yang dikenal dengan istilah maximum utility in minimum weight. Perhitungan beban total untuk perorangan sebaiknya tidak melebihi sepertiga berat badan (atau sekitar 15 sampai 20 kg), walaupun beberapa ada yang mempunyai kemampuan sampai setengah berat badannya.

Dari kegiatan penjelajahan kita mengenal beberapa jenis perjalanan yang disesuaikan dengan medannya yaitu:
1. Pendakian gunung
2. Perjalanan menempuh hutan rimba
3. penyusuran sungai, pantai atau rawa
4. penyusuran gua
5. pelayaran
6. dll

Demikian pula untuk perjalanan ilmiah dan kemanusiaan, dapat pula kita kelompokkan berdasarkan jenis medan yang di hadapi. Dari tiap kegiatan tersebut, kita dapat mengelompokkan peralatan yang dibawa sebagai berikut :
1. Perlengkapan dasar, meliputi :
- Perlengkapan untuk pergerakan
- Perlengkapan untuk memasak, makan, minum
- Perlengkapan untuk MCK
- Perlengkapan pribadi
2. Perlengkapan khusus, yang disesuaikan dengan perjalanan. Misalnya :
- perlengkapan penelitian (misal : kamera, buku, dan alat-alat khusus lainnya)
- Perlengkapan penyusuran sungai (misal : perahu, dayung, pelampung, dan lain- lain)
- Perlengkapan pendakian tebing (misal : tali, carabiner, chock, piton, dan sebagainya)
3. Perlengkapan Tambahan
Perlengkapan ini dapat dibawa atau tidak, misal : semir, kelambu, gaiter, dan lainnya.
Mengingat pentingnya penyusunan perlengkapan dalam suatu perjalanan, maka sebelum memulai kegiatan sebaiknya disusun terlebih dahulu sebuah check list (daftar perlengkapan). Dalam check list, perlengkapan dikelompokkan kemudian diteliti apa perlu dibawa atau tidak. Apabila perjalanan adalah perjalanan kelompok, maka dibuat check list untuk perlengkapan regu dan pribadi.

PERLENGKAPAN DASAR
Dalam memilih perlengkapan dasar, hal-hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut :

A. PERLENGKAPAN JALAN (UNTUK MEDAN GUNUNG HUTAN)
1. Sepatu
yang perlu diperhatikan :
- Sesuai dengan perjalanan kita, sesuai dengan bentuk dan ukuran kaki, nyaman pada saat di gunakan dan berjalan, kuat apabila digunakan di medan yang berat.
untuk medan gunung hutan diperlukan sepatu yang :
- Melindungi tapak kaki sampai mata kaki (melindungi sendi kaki dan ujung jari kaki), Kulit tebal, bagian dalamnya lunak dan masih memberikan ruang gerak pada kaki,bagian depan sepatu keras, bentuk sol bawahnya dapat menggigit ke segala arah dan cukup kaku, memiliki lubang ventilasi.
- Beberapa hal yang harus diperhatikan :
- Sepatu tidak menyebabkan Lecet, selalu bersihkan kaos kaki, sepatu dan perlengkapan sepatu lainya sesering mungkin, Jangan mengeringkan sepatu terlalu dekat pada panas yang ekstrim (dekat tungku api/api unggun, sinar matahari yang terik).
- Semirlah sepatu sewaktu-waktu dan olesi dengan semacam lemak atau grease agar kulit tetap lembut dan benangnya tidak cepat lapuk.
2. Kaos Kaki
yang perlu diperhatikan : dapat menyerap keringat.
Kegunaan :
- Melindungi kulit kaki dari pergeseran langsung dengan kulit sepatu atau bagian-bagian sepatu yang dapat menimbulkan luka/lecet, menjaga agar telapak kaki tetap dapat bernafas, menjaga kaki agar tetap hangat pada daerah-daerah yang dingin.
untuk keperluan di atas, bahan kaos kaki yang terbuat dari katun atau dicampur dengan wool atau bahan asintetis lainnya cukup baik.
yang perlu diingat adalah kita harus selalu memakai kaos kaki yang kering .
3. Celana Lapangan
yang perlu diperhatikan :
- Kuat, lembut, ringan, tidak mengganggu gerakan kaki, artinya jahitannya cukup longgar, praktis, terbuat dari bahan yang menyerap keringat dan mudah kering, bila basah tidak menambah berat.
Untuk keperluan di atas, bahan celana yang terbuat dari katun cukup baik, tidak terlalu tebal, tahan duri, mudah kering. Contoh yang baik untuk jenis ini adalah PDL militer atau celana loreng tentara, tidak dianjurkan menggunakan bahan celana jeans.
4. Baju Lapangan
yang perlu diperhatikan :
- melindungi tubuh dari kondisi sekitar, kuat, ringan,tidak mengganggu pergerakkan, terbuat dari bahan yang menyerap keringat, praktis dan mudah kering.
5. Topi Lapangan
yang harus diperhatikan :
- Melindungi kepala dari kemungkinan cedera akibat duri dapat melindungi bagian kepala dari curahan hujan, terutama kepala bagian belakang dan topi yang dikenakan haruslah kuat dan tidak mudah robek di anjurkan menggunakan topi rimba atau semacam topi jepang.
6. Sarung Tangan
yang harus diperhatikan :
- Sebaiknya terbuat dari kulit, di sesuaikan dengan bentuk tangan, tidak kaku dan dapat melindungi tangan dari duri dan hawa dingin.
7. Ikat Pinggang
Pilihlah ikat pinggang yang terbuat dari bahan yang kuat, dengan kepala gesper yang tidak terlalu besar tetapi kuat. Misalnya dari kulit yang tebal tetapi lembut atau dari bahan sintetis lainnya. Kegunaan ikat pinggang, selain menjaga agar celana tidak melorot, juga untuk meletakkan alat-alat yang perlu cepat dijangkau seperti pisau pinggang, tempat air minum, tempat alat-alat P3K, dan lainnya.
8. Ransel
yang harus diperhatikan :
- Ringan, kuat, di sesuai dengan kebutuhan keadaan medan, memberikan nyaman pada saat dipakai dan praktis.
Tips menyetel rangsel agar sesuai dengan tubuh :
a. Isi ransel dengan beban palsu, misalnya bantal, hingga terisi penuh dan mengembang seluruhnya. Longgarkan seluruh tali dan perhatikan fungsi serta lokasi gespernya.
b. Naikkan setelan punggung (jika ada), ke bagian paling tinggi.
c. Kenakan ransel di tubuh, kemudian kencangkan tali penyangga rangsel bagian bawah hingga ransel terasa nyaman di punggung dan bahu.
d. Raihlah ke bagian punggung untuk menyesuaikan setelan punggung (jika ada). Tujuannya adalah untuk memasang ransel setinggi mungkin pada bahu.
e. Kencangkan tali pinggang (hip belt). Tali pinggang berfungsi untuk mentransfer beban dari bahu kekaki, melalui pinggul.
f. Kencangkan tali penyangga ransel bagian atas untuk mendekatkan ransel ke punggung, dan menaikkan pusat gravitasi pada ransel.
g. Mengencangkan tali penyandang ransel sambil melonggarkan tali pinggang akan mengurangi tekanan pada pinggang, dan demikian sebaliknya. Gunakan teknik ini berganti-ganti untuk mengurangi rasa pegal pada pinggang dan bahu saat perjalanan.
h. Posisi ransel paling nyaman adalah setinggi mungkin pada punggung. Jangan sampai posisi ransel menggantung di pantat, ,karena itu akan membuat anda lebih tidak nyaman dan cepat lelah.
9. Peralatan Navigasi
Kompas, peta, penggaris segitiga, busur derajat, pinsil, dll. Peralatan navigasi ini merupakan peralatan sangat penting yang selalu harus dibawa. Bungkuslah selalu peta dengan plastik agar tidak cepat basah dan rusak.
10. Lampu Senter
Termasuk bola lampu dan baterai cadangan.
11. Pluit
Yang perlu diperhatikan :
- Pluit yang dianjurkan adalah jenis pluit whistle atau yang kita kenal dengan pluit pramuka.
12. Pisau
- Pisau saku serba guna (multi blade)
- Pisau pinggang
- Golok tebas
Secara umum, pisau, golok tebas adalah alat bantu bagi kita untuk keperluan menusuk, memotong, menyayat, melempar dan yang terpenting sebagai alat bantu kita untuk membuat api (memotong kayu tipis-tipis, ranting). Betapapun juga pisau adalah sahabat yang sangat baik dan berguna bagi pengembaraan .
Macam-macam pisau :
o Pisau Bowie
Pisau ini pada dasarnya termasuk jenis fighting knife, sangat efektif untuk menusuk dan memotong tapi cukup memadai untuk menetak dan melempar.
o Pisau Komando
Pisau ini diciptakan oleh sykes dan kolonel fairbirns yang dibuat untuk pasukan komando inggris. Pisau komando khas pisaui penusuk, walaupun cukup baik sebagai pisau lempar, pisau ini kurang baik untuk dipakai menetak, menyayat, karena akan banyak menghabiskan tenaga.
o Pisau Pengulit (skinner)
Pisau ini khusus untuk menguliti binatang buruan karena biasanya tipis dan sangat tajam. Artinya sudut mata pisau sangat kecil, bagian ujung pisau agak melengkung, untuk ukuran pisau jenis ini macam-macam tergantuk keperluan.
o Pisau Lempar
Pisau ini didesain khusus untuk melempar.
Banyak sekali jenis pisau yang aneh-aneh dan mempunyai kegunaan yang sangat khusus, namum yang perlu diperhatikan adalah :
o Harus terbuat dari bahan yang dapat dipercaya, tajam dan tidak mudah patah.
o Desain dan ukurannya harus sesuai, artinya enak dipegang dan dipakai.
o Sarungnya aman dan enak jatuhnya.
o Yang terpenting adalah selalu tetap terpelihara.

Untuk perjalanan rimba (gunung hutan) sebaiknya anda memakai jenis pisau bowie (hunter maupun survival), karena pisau jenis ini bisa dipakai dalam berbagai keadaan. Ditambah dengan golok tebas dan pisau multi blade, maka perjalanan anda menjadi perjalanan yang akan memberikan ketenangan.
13. Survival Kit
Survival kit adalah salah satu alat penunjang yang akan digunakan pada saat keadaan darurat dan memiliki fungsi yang penting, adapun isi dari survival kit adalah sebagai berikut :
o Alat Jahit (jarum, benang, kancing dll), alat sol sepatu, tali sepatu cadangan, korek api, kaca pembesar, alat pancing, kawat kecil minimal 3-5 m dll.

B. PERLENGKAPAN TIDUR
- Satu set pakaian tidur
- kaus kaki untuk tidur
- sleeping bag atau sarung bag
- Matras
- tenda/ponco/plastik untuk bivak

C. PERLENGKAPAN MASAK DAN MAKAN
- Alat masak lapangan/misting
- alat bantu makan lainnya (sendok, garpu dll)
- alat pembuat api (lilin, spiritus, paraffin dll)
- Kantung air/tempat air.

PERLENGKAPAN KHUSUS
1. Pendakian Tebing
- Tali : static, dynamic, Harness, helmet/crash hat, carabiner, sling : standard, prusik sling, chock, piton, ascender, descender, hammer, stirrup dll (sesuai kebutuhan pendakian)
2. Peralatan ORAD (Olah Raga Arus Deras)
- Perahu/kano/kayak, dayung, Pelampung, helmet, tali pengaman, pompa dll.

PERLENGKAPAN TAMBAHAN
Perlengkapan ini walaupun bukanlah hal yang teramat penting, namun ada baiknya dibawa, untuk lebih menambah kenyamanan perjalanan.
- Putis, Sarung anti pacet (gaiters), Second skin, Kelambu, Kupluk (balaclava), Semir sepatu, Ikat leher/kacu segi tiga
- Perlengkapan pribadi lainnya.
Seperti : jarum, benang, kancing, tali sepatu cadangan, tali tubuh/webbing, handuk, sikat gigi, odol, sabun, celana dalam, rokok, tembakau, kamera, obat-obatan pribadi.

PACKING
Sebelum melakukan pendakian kita biasanya menentukan dahulu peralatan dan perlengkapan yang akan dibawa, jika telah siap semua inilah saatnya mempacking barang-barang tersebut ke dalam Carier atau backpack. Packing yang baik menjadikan perjalanan anda nyaman karena ringkas dan tidak menyulitkan.

Prinsip dasar yang mutlak dalam mempacking adalah :
- Matras tidur yang dimasukkan kedalam ransel dapat membantu mempertahankan bentuk ransel dan mempermudah penyusunan barang kedalam ransel, sehingga menjadi padat, rapih an efisien.
- Pada saat backpack/ransel dipakai beban terberat harus jatuh ke pundak, Mengapa beban harus jatuh kepundak, ini disebabkan dalam melakukan pendakian kedua kaki kita harus dalam keadaan bebas bergerak, bayangkan jika salah mempacking barang dan beban terberat jatuh kepinggul akibatnya adalah kaki tidak dapat bebas bergerak, dan anda menjadi cepat lelah karena beban backpack/ransel anda menekan pinggul belakang.
Ingat : Letakkan barang yang berat pada bagian teratas dan terdekat dengan punggung dan tempatkan barang yang ringan dipaling bawah.
- Membagi berat beban secara seimbang antara bagian kanan dan kiri pundak Tujuannya adalah agar tidak menyiksa salah satu bagian pundak dan memudahkan anda menjaga keseimbangan dalam menghadapi jalur berbahaya yang membutuhkan keseimbangan seperti : meniti jembatan dari sebatang pohon, berjalan dibibir jurang, dan keadaan lainnya.
Pertimbangan lainnya adalah sebagai berikut :
- Kelompokkan barang sesuai kegunaannya lalu tempatkan dalam satu kantung untuk mempermudah pengorganisasiannya. Misal : alat mandi ditaruh dalam satu kantung plastik.
- Maksimalkan tempat yang ada, misalkan Nesting (Panci Serbaguna) jangan dibiarkan kosong bagian dalamnya saat dimasukkan ke dalam ransel, isikan bahan makanan kedalamnya, misal : beras dan telur.
- Tempatkan barang yang sering digunakan pada tempat yang mudah dicapai pada saat diperlukan, misalnya: rain coat/jas hujan pada kantong samping Keril/Ransel.
- Hindarkan menggantungkan barang-barang diluar ransel, karena menggantungkan barang diluar ransel akan mengganggu perjalanan anda karena tersangkut-sangkut dan berkesan berantakan, usahakan semuanya dapat dipacking ke dalam ransel.

Sekali lagi, buatlah check list dari semua perlengkapan, kalau memungkinkan dengan beratnya agar dapat dengan mudah menyusunnya. Mengenai berat maksimal yang dapat diangkat oleh anda, sebaiknya jangan melebihi 1/3 dari berat badan anda untuk kenyaman dalam beraktivitas, tetapi ini kembali lagi kepada kemampuan fisik setiap individu, yang terbaik adalah dengan tidak memaksakan diri, lagi pula anda dapat menyiasati pemilihan barang yang akan dibawa dengan selalu memilih barang/alat yang berfungsi ganda dengan bobot yang ringan dan hanya membawa barang yang benar-benar perlu.

Reseksi dan Interseksi

Reseksi

Reseksi  adalah menentukan  posisi  kota  pada  peta. Menentukan  posisi kita  di  peta  dengan menggunakan  dua  atau  lebih  tanda medan  yang  dikenali. Teknik reseksi membutuhkan alam terbuka untuk dapat membidik  tanda medan. Tidak selalu seluruh  tanda medan harus dibidik. Jika kita sedang berada di  tepi sungai, sepanjang  jalan, atau sepanjang suatu punggungan, maka hanya perlu mencari satu  tanda medan  lainnya yang dibidik. Langkah-langkah  reseksi, yaitu sebagai berikut.

  1. lakukan orientasi peta 
  2. cari  tanda medan yang mudah dikenali di  lapangan dan di peta, minimal
    dua buah (B dan C).
  3. buat salib sumbu pada tanda-tanda medan tersebut.
  4. bidik tanda-tanda medan tersebut dari posisi kita
  5. dengan  busur  dan  penggaris,  pindahkan  sudut  bidikan  yang  didapat  ke
    peta, dan hitung sudut pelurusnya (Back Azimuth).
  6. perpotongan garis  yang  ditarik  dari  sudut-sudut  pelurus  tersebut  adalah
    posisi kita dipeta. (A).
Interseksi

Interseksi adalah menentukan posisi suatu objek pada peta. Menentukan
posisi  suatu  titik  (benda)  di  peta  dengan  menggunakan  dua  atau  lebih  tanda medan  yang  dikenali  di lapangan.  Interseksi  digunakan  untuk mengetahui  atau memastikan  posisi  suatu  benda  yang  terlihat  di  lapangan,  tetapi  sukar  untuk
dicapai. Pada interseksi kita harus sudah yakin pada posisi kita di peta.langkah-
langkah melakukan interseksi, yaitu sebagai berikut.
  1. lakukan orientasi dan pastikan posisi kita (A).
  2. bidik objek yang kita amati (c)
  3. pindahkan sudut yang didapat ke peta
  4. bergerak ke posisi  lain, dan pastikan posisi  tersebut di peta (B).  lakukan langkah b dan c.
  5. perpotongan  garis  perpanjangan  dari  dua  sudut  yang  didapat  adalah posisi objek yang dimaksud (C).



Selasa, 17 Januari 2012

Bahaya-bahaya dalam Survival




Photo: Survival book
Banyak sekali bahaya dalam survival yang akan kita hadapi, antara lain :

Ketegangan dan panik
Cara Pencegahan : Sering berlatih, Berpikir positif dan optimis dan Persiapan fisik dan mental

Matahari / panas
• Kelelahan panas
• Kejang panas
• Sengatan panas
• Keadaan yang menambah parahnya keadaan panas : Penyakit akut / kronis, Baru sembuh dari penyakit Demam, Baru memperoleh vaksinasi, Kurang tidur, Kelelahan, Terlalu gemuk, Penyakit kulit yang merata, Pernah mengalami sengatan udara panas, Minum alkohol, Dehidrasi.
Pencegahan keadaan panas :
• Aklimitasi
• Persedian air
• Mengurangi aktivitas
• Garam dapur
• Pakaian : Longgar, Lengan panjang, Celana pendek, Kaos oblong
Serangan penyakit
Penyakit yang biasa diderita pegiat alam bebas adalah :D emam, Disentri, Typus, Malaria
Kemerosotan mental
Gejala : Lemah, lesu, kurang dapat berpikir dengan baik, histeris
Penyebab : Kejiwaan dan fisik lemah atau keadaan lingkungan mencekam
Pencegahan : Usahakan tenang dan tentu saja banyak berlatih
Bahaya binatang beracun dan berbisa
Keracunan
  • Gejala ; Pusing dan muntah, nyeri dan kejang perut, kadang-kadang mencret, kejang kejang seluruh badan, bisa pingsan.
  • Penyebab : Makanan dan minuman beracun
  • Pencegahan : Air garam di minum, Minum air sabun mandi panas, Minum teh pekat atau di tohok anak tekaknya
  • Keletihan amat sangat
Pencegahan : Makan makanan berkalori dan Membatasi kegiatan Bahaya lainnya dalam survival adalah : Kelaparan, Lecet, Kedinginan [untuk penurunan suhu tubuh 30° C bisa menyebabkan kematian
Membuat Bivouck (Shelter)
Membuat bivouck atau shelter perlindungan dalam keadaaan darurat sebenarnya bertujuan untuk untuk melindungi diri dari angin, panas, hujan, dingin dan gangguan binatang.
Macam –macam bivouck :
  1. Shelter asli alam ; Gua [yang bukan tempat persembunyian binatang, tidak ada gas beracun dan tidak mudah longsor]. Ingat ! didalam gua jangan berteriak karena dapat meruntuhkan dinding gua.
  2. Shelter buatan dari alam ; daun-daunan yang lebar, ranting kayu, atau separuhnya alam dan separuhnya butan [misalnya ponco di kombinasi dengan ceruk batu atau pohon tumbang atau ranting kayu]
Syarat bivouck :
  • Hindari daerah aliran air [bila terpaksa, maka gunakan bivouck panggung]
  • Di atas bivouck / shelter tidak ada dahan pohon mati/rapuh
  • Bukan sarang nyamuk/serangga
  • Bahan kuat
  • Jangan terlalu merusak alam sekitar
  • Terlindung langsung dari angin
Mengatasi Gangguan Binatang
  1. Nyamuk ; Obat nyamuk, autan, dll , Bunga kluwih dibakar, Gombal / kain butut [dalam keadaan memaksa, penulis pernah memotong lengan baju kaos sebagai pengganti gombal] dan minyak tanah dibakar kemudian dimatikan sehingga asapnya bisa mengusir nyamuk , Gosokkan sedikit garam pada bekas gigitan nyamuk
  2. Laron ; Mengusir laron yang terlalu banyak dengan cabe yang digantungkan
  3. Disengat Lebah ; Oleskan air bawang merah pada luka bekas sengatan berkali-kali, Tempelkan tanah basah/liat di atas luka sengatan, Jangan dipijit-pijit, Tempelkan pecahan genting panas di atas luka, Olesi dengan petsin untuk mencegah pembengkakan
  4. Gigitan Lintah ; Teteskan air tembakau pada lintahnya, Taburkan garam di atas lintahnya, Teteskan sari jeruk mentah pada lintahnya, Taburkan abu rokok di atas lintahnya, Membuang [mengais] lintah upayakan dengan patahan kayu hidup yang ada kambiumnya.
  5. Semut Gatal ; Gosokkan obat gosok pada luka gigitan, Letakkan cabe merah pada jalan semut, Letakkan sobekan daun sirih pada jalan semut
  6. Kalajengking dan lipan; Pijatlah daerah sekitar luka sampai racun keluar, Ikatlah tubuh di sebelah pangkal yang digigit, Tempelkan asam yang dilumatkan di atas luka, Taburkan serbuk lada dan minyak goreng pada luka, Taburkan garam di sekeliling bivouck untuk pencegahan
  7. Ular dll ; Untuk mencegah dan mengobati secara darurat gigitan dan sengatan binatang berbisa mematikan harus mempelajari Emergency Medical Care [EMC]
DOWNLOAD TEKNIK SURVIVAL SINI

Minggu, 08 Januari 2012

Manfaat Pohon Katapang



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Kenapa Mesti Katapang?

katapang bahasa latinnya adalah Terminalia catappa Blanco
nama sebuah angkatan bukan berarti tidak ada artinya,  akngkatan terbaru dari angkatan saka wanabakti adalah angkatan "KATAPANG"

ada beberapa kelebihan katapang yang kita bisa ambil pelajarannya, mau tahu

1. Pohon katapang adalah pohon yang cepat petumbuhanya dan bisa tumbuh meskipun tidak di kasih pupuk.
    ini adalah kelebihan yang sangat baik dimana generasi harus bisa berinovasi dan berkembang walaupun tidak kasih binaan yang cukup
    saya harapkan semua angkatan katapang bisa mempunyai visi dan misi yang mandiri tidak mengandalkan uluran bantuan dari orang atau dari siapapun
2. Jika tumbuh semakin besar katapang bisa jadi peneduh disaat panas menyengat, ini merupakan filosofi jika angkatan ini sudah tumbuh menjadi besar
   Bisa menjadi pengayom dan pembawa berita baik bagi yang memerlukan, terutama bisa jadi tempat mengadu jika kita membutuhkan pendapat
3. Membersihkan daun daun yang dihasilkan oleh katapang jauh lebih mudah, karena ukuran dunnya yang besar membuat cara membersihkan halaman kita bisa lebih mudah.
   ini artinya mengatur dan bekerjasama dengan orang yang berjiwa katapang jauh lebih mudah.


itu duru sekilas mengenai katapang dari saya, semoga angkatan katapang bisa menjadi angkatan yang benar2 berjiwa katapang  

Manfaat Pohon Kayu Putih


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Pohon Kayu Putih
Beberpa amanfaat Pohon Kayu Putih
Obat luka

Lumatkan beberapa lembar daun kayu putih segar. Borehkan ke bagian kulit yang luka karena sengatan atau gigitan serangga untuk mengurangi rasa sakit dan bengkak.
Segenggam daun kayu putih segar direbus dengan air secukupnya. Bersihkan luka sebelum dicuci dengan air rebusan daun kayu putih. Jangan gunakan air rebusan ini untuk luka lama, agar tidak terjadi infeksi.

Obat batuk
Cuci bersih dua rimpang kencur, parut, lalu peras untuk diambil airnya. Tambahkan beberapa tetes minyak kayu putih. Tambahkan sedikit air hangat dan satu sendok teh madu, kemudian diminum.

Pereda nyeri
Gunakan minyak kayu putih yang dijual di pasaran. Oleskan ke bagian tubuh yang nyeri atau sebagai minyak pijat untuk meredakan perut kembung, sakit kepala, dan masuk angin.
Pengusir nyamuk

Letakkan tanaman kayu putih di ruangan atau oleskan minyak kayu putih ke lengan dan kaki agar nyamuk tidak mengganggu. Hindari penggunaan minyak sebelum mandi karena justru bisa menyebabkan rasa tidak nyaman.
Jika Anda menggunakan minyak esensial kayu putih, uapkan dengan tungku yang akan menebarkan aromanya ke seluruh ruangan. Pastikan proses pembakaran dengan tungku ini berlangsung baik, sehingga tidak menimbulkan sesak napas.

Manfaat Pohon Sengon (Paraserianthes falcataria)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Pohon sengon merupakan pohon yang serba guna. Dari mulai daun hingga perakarannya dapat dimanfaatkan untuk beragam keperluan.
Daun
Daun Sengon, sebagaimana famili Mimosaceae lainnya merupakan pakan ternak yang sangat baik dan mengandung protein tinggi. Jenis ternak seperti sapi, kerbau, dfan kambingmenyukai daun sengon tersebut.
Perakaran
Sistem perakaran sengon banyak mengandung nodul akar sebagai hasil simbiosis dengan bakteri Rhizobium. Hal ini menguntungkan bagi akar dan sekitarnya. Keberadaan nodul akar dapat membantu porositas tanah dan openyediaan unsur nitrogen dalam tanah. Dengan demikian pohon sengon dapat membuat tanah disekitarnya menjadi lebih subur. Selanjutnya tanah ini dapat ditanami dengan tanaman palawija sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani penggarapnya.
Kayu
Bagian yang memberikan manfaat yang paling besar dari pohon sengon adalah batang kayunya. Dengan harga yang cukup menggiurkan saat ini sengon banyak diusahakan untuk berbagai keperluan dalam bentuk kayu olahan berupa papan papan dengan ukuran tertentu sebagai bahan baku pembuat peti, papan penyekat, pengecoran semen dalam kontruksi, industri korek api, pensil, papan partikel, bahan baku industri pulp kertas dll.
Paraserianthes falcataria
Manfaat Kayu Sengon


Pohon sengon merupakan pohon yang serba guna. Dari mulai daun hingga perakarannya dapat dimanfaatkan untuk beragam keperluan.

1. Daun
Daun Sengon, sebagaimana famili Mimosaceae lainnya merupakan pakan ternak yang sangat baik dan mengandung protein tinggi. Jenis ternak seperti sapi, kerbau, dan kambing menyukai daun sengon tersebut.

2. Perakaran
Sistem perakaran sengon banyak mengandung nodul akar sebagai hasil simbiosis dengan bakteri Rhizobium dapat membantu porositas tanah dan openyediaan unsur nitrogen dalam tanah. Dengan demikian pohon sengon dapat merubah struktur tanah dan membuat tanah disekitarnya menjadi lebih subur. Selanjutnya tanah ini dapat ditanami dengan tanaman palawija sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani penggarapnya.

3. Kayu
Bagian yang memberikan manfaat yang paling besar dari pohon sengon adalah batang kayunya. Dengan harga yang cukup menggiurkan saat ini sengon banyak diusahakan untuk berbagai keperluan dalam bentuk kayu olahan berupa papan papan dengan ukuran tertentu sebagai bahan baku pembuat peti, papan penyekat, pengecoran semen dalam kontruksi, industri korek api, plywood, pensil, papan partikel dan kayu lapis, bahan baku industri pulp kertas dll.

Jumat, 23 Desember 2011

Bivak dan cara membuatnya


 Hal yang perlu diperhatikan adalah perlindungan terhadap cuaca dingin karena hal ini yang paling sering mengakibatkan kematian para pendaki. Cara mengatasi ancaman terhadap cuaca dingin ini termasuk salah satu dari teknik survival. Bentuk-bentuk perlindungan yang dapat diusahakan adalah : BIVAK
 
Bivak
Bivak disebut juga Selter, tujuan pembuatan bivak adalah sebagai tempat perlindungan yang nyaman untuk melindungi diri kita dari faktor alam dan lingkungan yang ekstrim
 
Macam-macam bivak :
  1. Bivak alam, menggunakan sarana alam seperti kayu dan dedaunan
  2. Bivak buatan, menggunakan peralatan seperti ponco, jas hujan, flysheet dll
Macam bentuk bivak ( untuk hutan-gunung )
  1. Bivak pengawasan / pengintaian
  2. Bivak pertahanan / perlindungan
Yang perlu diperhatikan dalam pembuatan bivak

Kondisi medan
  1. Tempat harus datar, rata, enak buat tidur
  2. Bukan merupakan jalan hewan, manusia atau air
  3. Jangan di bawah pohon yang sudah tua/lapuk atau di bawah tebing yang labil serta jangan terlalu merusak alam sekitar
  4. Dekat dengan sumber air, bukan sarang nyamuk / serangga juga tanaman busuk karena tempat itu tidak sehat dan kurang aman
  5. Aman dari ancaman hewan atau keganasan alam (banjir, lahar,longsor) antisipasi : buat parit di sekeliling bivak, tebarkan garam, buat api unggun dll

Pedoman Survival


Bersikap tenang dan berfikiran jernih menjadi perioritas utama dalam menghadapi kondisi dimana kita harus melakukan survival. Dalam kondisi ini seseorang atau kelompok harus berupaya dan mampu menerima tekanan psikologis secara mental dan fisik terlebih berpacu dalam ruang dan waktu yang terbatas dengan dua pilihan “ hidup atau mati ”. STOP menjadi pedoman umum ke-pecinta alam-an, dan mempunyai makna :

S = Stop, berhenti dan beristirahat
T = Thinking, berfikir dan menyadari masalah yang dihadapi
O = Observe, mengamati keadaan lingkungan
P = Planning, membuat rencana mengenai tindakan yang akan dilakukan.


Stop, dengan kita menyadari bahwa kita dalam kondisi tersesat maka berhenti adalah langkah terbaik untuk kita beristirahat memulihkan segalanya baik fisik maupun mental kita dengan meng-efisiensi-kan tenaga, pikiran, persediaan makanan dan sumber tenaga lainnya seperti baterai, dan bahan bakar untuk mempersiapkan langkah selanjutnya

Thinking, harus tetap selalu berfikir dan menyadari bahwa halnya kita dalam posisi yang harus siap menerima segala rintangan yang dapat membahayakan diri kita kapan dan dimanapun dapat terjadi. Dengan kita selalu berfikir dan tak lepas dari doa dapat mengasah keyakinan kita untuk bertahan hidup dan menumbuhkan rasa optimisme.

Observe, penting dilakukan untuk mengamati lingkungan kita berada dimana kita harus memposisikan diri dengan analisa logika serta memperhatikan dan mencermati segala apa yang ada disekeliling kita dan me-review kembali bagaimana kita berada sekarang untuk apa yang akan kita lakukan langkah selanjutnya.

Planning, penyusunan rencana harus dilakukan dengan matang terkait tiga pedoman diatas. Dengan kita menyusun rencana, kita akan selalu dapat mengkaji lebih dalam kapan dan dimana serta bagaimana semestinya tindakan yang akan kita ambil.

Teknik Survival


Orang-orang yang senang berpetualang, baik di gunung,hutan atau rimba atau tempat-tempat lain harus selalu sadar akan resiko yang ada pada kegiatan tersebut. Pengetahuan dan pemahaman akan resiko yang mungkin didapat merupakan suatu faktor yang esensial dalam persiapan dan pelaksanaan kegiatan di alam terbuka.




...tekad dan semangat untuk terus hidup, kemampuan teknis dan peralatan penunjang adalah kunci keberhasilan sebuah survival ingat survival bukan bagaimana bisa makan tetapi bagaimana bisa hidup...

 Secara umum, sumber bahaya dapat berasal dari :

 
Diri kita sendiri (Subjective Danger) dapat kita kontrol.  Misal : keteledoran, kurangnya persiapan, pengetahuan yang minimal dll.

 
Bahaya dari luar diri kita (Objective Danger). Misal : gempa bumi, badai, banjir, binatang buas dll.

 
Bahaya di atas ada yang merupakan bahaya bagi orang tertentu tetapi sebaliknya menjadi hal yang menyenangkan bagi orang lain, tentunya bagi yang telah menguasai teknik-teknik hidup di alam bebas.

 
Survival Sendiri Berasal Dari Kata Survive Yang Dapat Diartikan Sebagai Upaya Untuk Mempertahankan Hidup
 
Pentingnya mempertahankan hidup (survival) berkaitan dengan munculnya kondisi kritis . Yang dapat dipertanyakan di sini : Apa yang menyebabkan kondisi kritis itu muncul atau dengan perkataan lain, aspek apa yang akan kita hadapi dalam situasi survival ? secara umum, aspek-aspek ini dapat dikelompokkan menjadi 3 golongan, yaitu

 
1. Psikologis : panik, takut, cemas, kesepian, bingung, tertekan dll
2. Fisiologis : sakit, lapar, haus,luka, lelah dll
3. Lingkungan : panas, dingin, kering, hujan, angin,vegetasi, fauna dll

 
ketiga aspek tersebut akan saling mempengaruhi.

 
Modal Dasar Dalam Menghadapi Survival

Semangat untuk mempertahankan hidup
Seringkali malahan ada orang awam ke alam terbuka menghadapi bahaya pada kondisi yang parah, tetapi karena keinginan untuk tetap hidup tinggi seolah-olah dia mendapat kekuatan yang berlebih untuk mengatasi keadaan tersebut.

 
Kesiapan diri
Artinya di sini adalah orang yang mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang dapat mengantisipasi bahaya-bahaya survival.

 
Alat pendukung
Peralatan yang dipunyai pada saat survival akan mempengaruhi keberhasilan dan cara survival. Pada saat survival kapak akan lebih berguna daripada kartu ATM.

 
Usaha Untuk Terlepas Dari Kondisi Survival
Untuk menambah tenaga dan mempertahankan kondisi tubuh serta usaha untuk terlepas dari kondisi survival, ada lima kebutuhan yang harus diusahakan, yaitu :

 Perlindungan terhadap ancaman
  • Perlindungan terhadap cuaca dan faktor-faktor medan buat bivak
  • Perlindungan terhadap gangguan binatang api unggun
  • Perlindungan terhadap makanan/minuman beracun/berbahaya pengetahuan botani dan zoologi praktis
  • Perlindungan yang berasal dari tubuh kita sendiri kenalilah diri sendiri
  • Perlindungan terhadap penyakit dan cedera obat-obatan dan P3K
Hal yang perlu diperhatikan adalah perlindungan terhadap cuaca dingin karena hal ini yang paling sering mengakibatkan kematian para pendaki. Cara mengatasi ancaman terhadap cuaca dingin ini termasuk salah satu dari teknik survival. Bentuk-bentuk perlindungan yang dapat diusahakan adalah :

 
Bivak

 
Tujuan pembuatan bivak adalah sebagai tempat perlindungan yang nyaman untuk melindungi diri kita dari faktor alam dan lingkungan yang ekstrim

 
Macam-macam bivak :
  • Bivak alam, menggunakan sarana alam seperti kayu dan dedaunan
  • Bivak buatan, menggunakan peralatan seperti ponco, jas hujan, flysheet dll
  • Bivak pengawasan / pengintaian
  • Bivak pertahanan / perlindungan
 Yang perlu diperhatikan dalam pembuatan bivak

 
Kondisi medan
  • Tempat harus datar / rata / enak buat tidur
  • Bukan merupakan jalan hewan,manusia atau air
  • Jangan di bawah pohon yang sudah tua/lapuk atau di bawah tebing yang labil serta jangan terlalu merusak alam sekitar
  • Dekat dengan sumber air, bukan sarang nyamuk / serangga juga tanaman busuk karena tempat itu tidak sehat dan kurang aman
  • Aman dari ancaman hewan atau keganasan alam (banjir, lahar,longsor)
  • Antisipasi : buat parit di sekeliling bivak, tebarkan garam, buat api unggun dll
 
Fasilitas alam yang menunjang di sekeliling kita dan bahan yang kita bawa :
Pakaian, Usahakan ada pakaian khusus untuk pergerakan dan ada pakaian khusus untuk tidur.

Makanan, Salah satu penunjang bagi perlindungan tubuh yang berasal dari dalam tubuh adalah makanan yang dibutuhkan untuk menambah kalori, memberikan tenaga pada otot, and mengganti sel-sel yang rusak. Sumber-sumber makanan :

 
Makanan dari hewan
binatang lunak ( cacing, siput, keong dll )

Serangga

Reptil

Unggas

Binatang bertulang belakang

 
Makanan dari tumbuhan
Tumbuhan terutama memberikan karbohidrat dan seratnya memperlancar pencernaan.

 
Ciri umum tumbuhan yang dapat dimakan :
  • Bagian tumbuhan yang masih muda ( pucuk/tunas)
  • Tumbuhan yang tidak mengandung getah
  • Tumbuhan yang tidak berbulu
  • Tumbuhan yang tidak berbau kurang sedap
  • Tumbuhan yang dimakan oleh hewan mamalia misal : kera
Langkah-langkah yang diperlukan apabila akan memakan tumbuhan :
  • Makan tumbuhan yang sudah dikenal
  • Makan jangan hanya satu jenis tumbuhan saja
  • Jangan memakan tumbuhan yang buahnya berwarna ungu karena dikhawatirkan mengandung racun alkaloid
  • Cara memakan buah-buahan yang belum kita kenal adalah dengan mengoleskan sedikit ke tangan tunggu reaksinya, apabila tidak ada rasa aneh (panas, pahit ) berarti cukup aman kemudian ke bibir, lidah dengan prosedur yang sama setelah itu di makan tunggu 30 menit apabila tidak ada reaksi berarti aman.
  • Sebaiknya masaklah terlebih dahulu bagian tumbuhan yang akan dimakan
  • Lebih baik jangan memakan jamur karena kebanyakan jamur adalah jenisnya dari yang beracun.
 Contoh tumbuhan yang dapat dimakan :
  • Umbi tanahnya : talas, kentang, besusu, paku tanah
  • Bagian batang : umbut muda pisang, sagu, rumput madu
  • Buah : kelapa, arbei, strawbery hutan, nipah dll
  • Biji : padi, jagung, rumput teki madura
  • Bunga : turi, pisang
  • Daun : rasamala, melinjo, tangkai begonia
  • Tunas/pucuk : cemara
Api

 Selain menghangatkan tubuh, yang paling penting adalah untuk meningkatkan semangat psikologis. Fungsi yang lain : penerangan, memasak makanan/minuman, membuat tanda-tanda/kode, mengusir binatang liar

 
Air

Air merupakan prioritas dalam survival. Jika kita kekurangan air bisa mengalami dehidrasi (tubuh kekurangan cairan).
 

Klasifikasi air dalam survival :

 
Tidak berwarna,berbau dan berasa misal : air mata air, danau, hujan, sungai
  • Tumbuhan yang mengandung air dan tidak beracun
  • Tumbuhan beruas-ruas : rotan dan keluarganya
  • Tumbuhan merambat : lumut and keluarganya
  • Tumbuhan khusus : kantong semar
Air tercemar tapi dengan proses sederhana dapat diminum : air tergenang, air lumpur

Air tercemar tapi dengan proses yang rumit dapat diminum : air belerang, air rawa

Jejak binatang menyusui dapat menunjukkan lokasi mata air.

 
Petunjuk penting mengenai penggunaan air oleh Survivor :
  • Untuk mengatasi rasa haus yang berlebihan dapat dijaga dan diusahakan agar mulut tetap lembab dan basah dengan cara menelan air liur, menghisap ujung kerah baju.
  • Dalam mengatur makanan disesuaikan dengan persediaan air yang ada.
  • Jangan minum alkohol sebagai penahan haus ini akan sangat berbahaya
  • Meminum air seni merupakan tindakan yang salah.
  • Jangan merokok karena mengakibatkan keringnya tenggorokan dan kehausan
  • Peralatan pendukung dan usaha berkomunikasi dengan pihak lain. Misal senjata tajam, alat pembuat api dll

Tanda-tanda/kode :
  • Suara : peluit, teriakan
  • Cahaya, api dan asap
  • Kain dan bendera dengan warna kontras dengan lingkungannya
Saran cara memasak bahan survival :
  • Sayuran / dedaunan di rebus
  • Umbi-umbian di bakar
  • Daging binatang di panggang
  • Buah berair di rebus
  • Buah berkulit tebal di bakar / di panggang
  • Biji-bijian di bakar
 Akar-akaran di bakar/di panggang

 Ikan kecil di bakar / di panggang Ikan besar di rebus dipotong kecil, lalu di bakar / di panggang

 
Pengambilan keputusan

 
Satu hal lagi yang juga turut menentukan lamanya kita mengalami survival adalah tindakan yang kita lakukan

 
Apakah kita akan menetap (survival statis ) ?

Atau bergerak mencari jalan keluar (survival dinamis) ?

 

Masing-masing mempunyai keuntungan tersendiri . Jika ingin keluar tentunya kita membutuhkan peta dan kompas atau setidaknya pemahaman tentang daerah tersebut.Keberhasilan dalam pengambilan keputusan dalam survival tergantung pada pengalaman dan latar belakang orang yang mengalami survival.
 

Air Dalam Survival

Air merupakan prioritas dalam survival. Jika kita kekurangan air bisa mengalami dehidrasi (tubuh kekurangan cairan). kita bisa bertahan hidup sampai 20 hari tanpa makan, tetapi ketahanan manusia tanpa air hanya maksimal sampai 5 hari

Pencarian Air
  • Pada tanah berbatu - Cari mata air pada daerah keras - Dari saluran air pada dinding lembah yang memotong lapisan berpori. - Pada daerah granit cari pinggir bukit berumput paling hijau.
  • Pada tanah gembur - Cari pada daerah lembah atau lereng. Kadang terdapat genangan kecil, air harus disterilkan.
  • Di pegunungan - Digali bekas aliran sungai pada kelokan sebelah luar - Pada hutan lumut, ambil lumut lalu peras.
  • Dari tumbuh-tumbuhan - Tumbuhan beruas-ruas; rotan dan keluarganya. Tumbuhan merambat; lumut dan keluarganya. Tumbuhan khusus; kantong semar
  • Menampung embun.
  • Tidak berwarna, berbau dan berasa misal : air mata air, danau, hujan, sungai
  • Jejak binatang menyusui dapat menunjukkan lokasi mata air.

 air di celah batu

  genangan air di tanah

 genangan air dibekas jejak

 air di lumut yang
menempel di pohon

 air pada batang akar

air/embun di atas daun


Penjernihan Air
Supaya air menjadi “palatable water” tahap-tahapnya :
  • Sedimentasi; yaitu air didiamkan sampai kotoran mengendap sendiri atau dicampur AlOH.
  • Koagulasi; yaitu pengendapan melalui zat kimia. Untuk bahan alkali sama dengan FCl2, NH4. non alkali sama dengan Na2SO4.
  • Filtrasi; yaitu untuk menjernihkan air dengan pasir atau saringan diatomis.
  • Sterilisasi; yaitu untuk membunuh organisme penyebab penyakit, cara : - Delapan tetes yodium tinetur 2,5%/liter air selama 10 menit. - KMnO4 (kalium permanganate). - Tablet halozone (untuk penjernih air). -Dicampur serbuk biji kelor 200mg/liter lalu diendapkan selama ½ jam.
  • Untuk penghilang bau, warna, racun, adalah dengan karbon aktif seperti : norit, aqua nuchar, hidro darco.
Sumber Air
Air yang tidak perlu dimurnikan/palatable water :
  •  Air bron/mata air
  • Air sumur, waduk, sungai, telaga, air hujan, mata air
Air dari tanaman :
  • kelapa, kaktus dipotong diperas
  • Liana/rotan dengan memotong dekat tanah ditampung
  • palmae diambil niranya
  • ruas bambu, bonggol pisang, lumut
  • Air tampungan dari embun
Air yang dimurnikan
  • Air berlumpur
  • Air yang tidak memenuhi syarat fisik

Makanan Dalam Survival

Makanan merupakan salah satu faktor penting dalam teknik survival,bagaimana kita mendapatkannya dialam dan yang manakah yang aman dikonsumsi adalah memerlukan pengetahuan tersendiri. Oleh karena itu seorang penggiat alam terbuka harus paling tidak sedikit sedikit mengetahui ilmu Biologi dan Zoologi Praktis…ini akan sangat menolong ketika kondisi tertentu. Salah satu penunjang bagi perlindungan tubuh yang berasal dari dalam tubuh adalah makanan yang dibutuhkan untuk menambah kalori, memberikan tenaga pada otot, and mengganti sel-sel yang rusak.



 

Sumber-sumber makanan :
Makanan dari hewan
  1. Binatang lunak ( ulat kayu, cacing, siput, keong dll )
  2. Serangga
  3. Reptil
  4. Unggas
  5. Binatang bertulang belakang


Makanan dari tumbuhan
Tumbuhan terutama memberikan karbohidrat dan seratnya memperlancar pencernaan.
Ciri umum tumbuhan yang dapat dimakan :
  1. Bagian tumbuhan yang masih muda ( pucuk/tunas)
  2. Tumbuhan yang tidak mengandung getah
  3. Tumbuhan yang tidak berbulu
  4. Tumbuhan yang tidak berbau kurang sedap
  5. Tumbuhan yang dimakan oleh hewan mamalia misal : kera
Langkah-langkah yang diperlukan apabila akan memakan tumbuhan :
  1. Makan tumbuhan yang sudah dikenal
  2. Makan jangan hanya satu jenis tumbuhan saja
  3. Jangan memakan tumbuhan yang buahnya berwarna ungu karena dikhawatirkan mengandung racun alkaloid
Cara memakan buah-buahan yang belum kita kenal adalah dengan mengoleskan sedikit ke tangan tunggu reaksinya, apabila tidak ada rasa aneh (panas, pahit ) berarti cukup aman kemudian ke bibir, lidah dengan prosedur yang sama setelah itu di makan tunggu 30 menit apabila tidak ada reaksi berarti aman.
  1. Sebaiknya masaklah terlebih dahulu bagian tumbuhan yang akan dimakan
  2. Lebih baik jangan memakan jamur karena kebanyakan jamur adalah jenisnya dari yang beracun.
Contoh tumbuhan yang dapat dimakan :
umbi tanahnya : talas, kentang, besusu, paku tanah
bagian batang : umbut muda pisang, sagu, rumput madu,rebung



buah : kelapa, arbei, strawbery hutan, nipah dll




biji : padi, jagung, rumput teki madura
bunga : turi, pisang
daun : rasamala, melinjo, tangkai dan daun begonia ,daun selada air ( arnong )





Tunas/pucuk : cemara

Navigasi dalam survival


Navigasi adalah penetuan posisi dan arah perjalanan, baik di medan perjalanan atau di peta. Navigasi terdiri atas navigasi darat, sungai, pantai dan laut, namun yang umum digunakan adalah navigasi darat. Navigasi darat adalah ilmu yang mempelajari cara seseorang menentukan suatu tempat dan memberikan bayangan medan, baik keadaan permukaan serta bentang alam dari bumi dengan bantuan minimal peta dan kompas. Pekerjaan navigasi darat di lapangan secara mendasar adalah titik awal perjalanan (intersection dan resection), tanda medan, arah kompas, menaksir jarak, orientasi medan dan resection, perubahan kondisi medan dan mengetahui ketinggian suatu tempat.
 


Alat-alat navigasi terdiri dari:

Kompas
adalah alat untuk menentukan arah mata angin berdasarkan sifat magnetik kutub bumi. Arah mata angin utama yang bisa ditentukan adalah N (north = utara), S (south = selatan), E (east = timur) dan W (west = barat), serta arah mata angin lainnya yaitu NE (north east = timur laut), SE (south east = Tenggara), SW (south west = barat daya) dan NW (north west = barat laut). Jenis kompas yang umum digunakan adalah kompas sylva, kompas orientasi, dan kompas bidik/prisma.

Altimeter
adalah alat untuk menentukan ketinggian suatu tempat berdasarkan perbedaan tekanan udara.

Peta
adalah gambaran sebagian/seluruh permukaan bumi dalam bentuk dua dimensi dengan perbandiangan skala tertentu. Jenis-jenis peta terdiri dari peta teknis, peta topografi dan peta ikhtisat/geografi/wilayah. Bagian-bagian peta antara lain judul, nomor, koordinat, skala, kontur, tahun pembuatan, legenda, dan deklinasi magnetis.

GPS (Global Positioning System)
adalah sistem radio-navigasi global yang terdiri dari beberapa satelit dan stasiun bumi. Fungsinya adalah menentukan lokasi, navigasi (menentukan satu lokasi menuju lokasi lain), tracking (memonitor pergerakan seseorang/benda), membuat peta di seluruh permukaan bumi, dan menetukan waktu yang tepat di tempat manapun.
 
Menentukan arah tanpa alat navigasi
Selain mengguanakan alat-alat navigasi, kita juga dapat menggunakan arah mata angin dengan tanda-tanda alam dan buatan, yaitu:
tanda-tanda alam yaitu matahari, bulan dan rasi bintang
tanda-tanda buatan yaitu masjid, kuburan dan kompas sendiri dari jarum/silet yang bermagnet dan diletakkan di atas permukaan air
flora-fauna:
Tajuk pohon yang lebih lebat biasanya berada di sebelah barat
Lumut-lumutan Parmelia sp. dan Politrichum sp. biasanya hidup lebih baik (lebat) pada bagian barat pohon
tumbuhan pandan hutan biasanya cenderung condong ke arah timur
sarang semut/serangga biasanya terletak di sebelah barat pepohonan
 
Mecegah dan menanggulangi keadaan tersesat
Tersesat adalah hilangnya orientasi, tidak dapat mengetahui posisi yang sebenarnya dan arah yang akan dituju. Hal tersebut biasanya karena berjalan pada malam hari, tidak cukup sering menggunakan peta dan kompas dalam perjalanannya, tidak tahu titik awal pemberangkatan di peta dan melakukan potong kompas. Hal-hal yang bisa dilakukan untuk mencegah tersesat antara lain:
  • selalu melapor kepada petugas terkait atau orang yang dipercaya mengenai tujuan perjalanan, lamanya dan jumlah anggota yang ikut
  • selalu mengingat keadaan sekitar perjalanan berdasarkan kelima indera yang dimiliki
  • tetaplah berada pada jalur yang telah ada dengan memberi petunjuk pada tiap persimpangan
  • perhatikan obyek yang mencolok seperti mata air, bukit, sungai atau gunung
  • pada saat berjalan sekali-kali tengoklah ke arah belakang, ingatlah jalur tersebut jika dilihat dari arah berlawanan
  • pelajari dengan benar alat-alat navigasi yang dibawa
  • gunakanlah kompas sebelum tersesat
  • belajarlah membaca tanda-tanda alam untuk menentukan arah mata angina
  • jangan pernah percaya secara penuh kepada orang lain termasuk kepada pemimpin.
 Pedoman yang bisa digunakan apabila tersesat adalah S T O P, yaitu:
 
Seating, berhenti dan beristirahat dengan santai, hilangkan kepanikan
Thinking,berpikir secara jernih (logis) dalam situasi yang sedang dihadapi
Observaton, melakukan pengamatan/observasi medan di lokasi sekitar, kemudian tentukan arah dan tanda-tanda alam yang dapat dimanfaatkan atau yang harus dihindari
Planning, buat rencana dan pikirkan konsekuensinya bila anda sudah memutuskan sesuatu yang akan anda lakukan.
 
Hal-hal yang dapat dilakukan untuk menanggulangi keadaan tersesat adalah:
  • membuat tempat berlindung (shelter) dari bahaya atau cuaca buruk
  • tetap tenang, tidak panik, berpikir jernih dan mencoba ingat jalur perjalanan
  • orientasi dapat dipermudah dengan menuju tempat yang tinggi/memanjat pohon
  • gunakan kompas dan peta (alat navigasi) atau indikator alam
  • buat petunjuk untuk mempermudah orang lain mencari keberadaan kita, misalnya dengan tulisan, peluit, asap, sinar atau berteriak
  • tetap bersama-sama dengan kelompok dalam kondisi apapun
  • memanfaatkan situasi dengan menunggu bala bantuan, mencari makanan, mencari air dan lainnya